Dokter Reisa Imbau Masyarakat Tak Remehkan Omicron, Tetap Patuhi Prokes

Icon CameraKevi Laras
Senin 21 Februari 2022 18:22 WIB
Dokter Reisa Imbau Masyarakat Tak Remehkan Omicron, Tetap Patuhi Prokes
Dokter Reisa imbau masyarakat tak remehkan Omicron. (Foto: celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Masyarakat pada umumnya menyepelekan Omicron karena dianggap memiliki gejala lebih ringan dari varian Covid-19 sebelumnya. Tak heran jika hal tersebut membuat masyarakat banyak yang Abai terhadap protokol kesehatan.

Melihat hal tersebut, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. Bukan hanya itu, masyarakat juga perlu melakukan vaksinasi agar lebih terlindungi.

"Kita ketahui Omicron lebih ringan dari varian sebelumnya. Sebab gejala lebih ringan, lebih banyak menyerang pernafasan bukan paru-paru," ujar dr. Reisa dalam Siaran Sehat, Senin (21/2/2022)

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa Covid-19 bisa menyerang siapa pun, mulai dari anak-anak, usia lanjut (lansia) hingga orang yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

Dokter Reisa menegaskan pentingnya vaksinasi untuk memproteksi diri dari varian Omicron. Vaksin memang tidak dapat melindungi atau menyelamatkan seseorang hingga 100 persen, namun khasiatnya terbukti dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

"Mengutip data Kemenkes Februari 2004 untuk menurunkan resiko kematian akibat itu Covid-19, bagi sudah disuntik 1 dosis sudah terlindungi 11 persen, kemudian melonjak menjadi 67 persen bagi sudah lengkap dua dosis dan kalau sudah ada yang booster sebanyak 3 dosis maka perlindungannya naik lagi jadi 91 persen," jelas dr Reisa dalam Siaran SehatĀ  dikutip Senin (21/2/2022)

Di sisi lain, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid, mengatakan bahwa pemerintah tengah meningkatkan jumlah vaksinasi. Sebab manfaatnya mampu mengurangi risiko terburuk bagi pasien positif Covid-19.

"Ini sangat penting untuk mencegah agar penduduk terhindar dari kesakitan atau risiko kematian akibat terinfeksi virus Covid-19,” kata dr. Nadia

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra