Duh! Belasan Siswa dan 2 Guru di DKI Positif Covid, KPAI Sarankan PTM 50 Persen

Muhammad Farhan
Minggu 16 Januari 2022 21:05 WIB
Duh! Belasan Siswa dan 2 Guru di DKI Positif Covid, KPAI Sarankan PTM 50 Persen
Belasan Siswa dan 2 guru positif di DKI Jakarta Covid-19 (Foto: Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan 11 siswa dan 2 orang guru positif Covid-19. Masyakarat pun mulai khawatir dengan perhelatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. 

Untuk itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menganjurkan agar Pemerintah Provinsi DKI meninjau kembali PTM 100 persen guna mencegah pandemi kluster sekolah. 

Komisioner KPAI, Retno Listyarti berujar keprihatinannya terkait telah ditutupnya 10 sekolah pasca penerapan PTM 100 persen. Retno prihatin dikarenakan potensi penularan pada siswa, yang notabene anak-anak, rentan tertular dan menularkan Covid-19. 

"PTM 100 persen dengan kapasitas 100 persen siswa sangat berpotensi karena bersama-sama berada dalam satu ruangan tertutup selama waktu sekitar 3-5 jam," katanya, Minggu (16/1/2022). 

Retno menilai situasi penyebaran Covid-19 yang cepat di kalangan siswa dan guru tersebut sudah terprediksi oleh KPAI. Hal ini, menurutnya ditengarai karena masih banyak siswa Sekolah Dasar yang belum mendapatkan vaksin dua dosis lengkap. 

"Sebaiknya Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan untuk PTM 50 persen dahulu sambil menunggu kondisi lebih aman bagi pelaksanaan PTM (100 persen)," katanya. 

Selain menyarankan PTM 50 persen, Retno mengimbau kepada Pemprov DKI agar mengevaluasi pelaksanaan PTM 100 persen terhitung sejak Tiga Januari kemarin. Berdasarkan pengawasan KPAI, Retno menilai jarak antara satu meja dengan meja yang lain berjarak hanya sekitar 50 cm, tak sampai 100 cm atau 1 meter. 

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta terus melakukan pengawasan terhadap sekolah- sekolah yang menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Pihaknya telah mempersiapkan sistem pengawasan sejak awal PTM dimulai pada Senin 3 Januari 2022.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti. Sistem tersebut untuk mengetahui apakah ada penularan varian Omicron atau tidak. 

"Kami pada saat mulai kebijakan PTM, Dinkes secara aktif menggunakan ACF (Active Chase Finding) sebagai kontrol kita. Jadi kita tidak hanya menunggu sampai sakit jadi ini bentuk perlindungan kepada anak murid kami melakukan ACF kepada sekolah yang sudah dibuka. Apakah terjadi penularan setempat. Angka ACF itu positivity ratenya di bawah 1 persen itu relatif terkendali," ujar Widyastuti dalam Polemik MNC Trijaya bertajuk 'Bersiap Hadapi Omicron', Sabtu (15/1/2022).

Editor : Hadits Abdillah