Dulu Kaya Raya, Ini Deretan Orang Tajir yang Bangkrut Gara-Gara Gaya Hidup 

Ahmad Haidir
Kamis 09 September 2021 00:02 WIB
Dulu Kaya Raya, Ini Deretan Orang Tajir yang Bangkrut Gara-Gara Gaya Hidup 
Harta tak abadi, karena salah kelola bisa mengakibatkan kebangkrutan. (Foto: celebrities.id/Ilustrasi)

JAKARTA, celebrities.id – Dunia laksana roda yang terus berputar. Kadangkala kita di atas dan di waktu lain harus berada di bawah. Seperti kisah orang-orang kaya jatuh miskin dalam sekejap lantaran tak mampu mengontrol gaya hidupnya.

Siapa saja mereka? Berikut celebrities.id sajikan ulasannya.

1. Michael Carroll

Salah satu kisah legendaris mengenai orang tajir yang harus merana akibat gaya hidup yang berlebihan.

Pada tahun 2002, dengan bermodalkan 1 Poundsterling saja, seorang Michael Carroll seakan ketiban durian runtuh usai ia dinyatakan sebagai pemenang lotre dengan nominal fantastis mencapai 10juta Euro atau jika dinominalkan saat ini sebesar Rp168 Miliar. Jumlah yang cukup besar, apalagi di tahun itu!

Mendapatkan harta secara mendadak membuat Carroll seakan kaget dan lupa diri. Ia memutuskan untuk menghambur-hamburkan uangnya dengan menjalani gaya hidup mewah yang berlebihan. Dia menjadi penikmat dugem sejati, mengonsumsi obat-obatan terlarang, hingga meniduri ribuan PSK. 

Menjalani gaya hidup demikian selama 10 tahun, Carroll lantas dinyatakan bangkrut usai kehabisan harta dan terlibat sejumlah masalah. Dia bahkan sempat menjadi tukang sampah untuk menyambung hidup. Dan kini dia dikabarkan menjalani hidup sederhana dengan menjadi seorang pekerja batu bara.

2. MC Hammer

Bagi penyuka musik rap, mungkin tak asing lagi dengan nama MC Hammer, seorang rapper yang populer di tahun 80 hingga 90'an.

Saat berada di puncak popularitasnya, rapper yang memiliki nama asli Stanley Kirk Burrel tersebut mampu mengantongi pendapatan hingga USD30 juta (Rp391,5 miliar) per tahunnya!. 

Dengan penghasilan jumbo tersebut, ia memilih untuk hidup berfoya-foya. Antara lain membeli rumah seharga USD1 juta (Rp13 miliar) dengan 200 pembantu, menghabiskan USD30 juta (Rp391,2 miliar) untuk merenovasi rumah baru. 
Kebangkrutannya diawali saat dia terjerat kasus plagiasi yang berujung tuntutan USD13 juta (Rp169 miliar). Bisnisnya juga banyak gagal yang menyebabkan utang menumpuk. Akhirnya Hammer mengalami kebangkrutan pada tahun 1996.

3. Bjorn Borg

Prestasi dan popularitas juga membuat Bjorn Borg, bintang tenis asal Swedia di tahun 1970'an berhasil mendapatkan banyak uang. Ia adalah mantan petenis nomor satu dunia yang berhasil mengantongi 11 gelar grand slam. Namanya begitu melegenda di dunia olahraga raket tersebut hingga ia berhasil mengumpulkan lebih dari USD3 juta atau sekitar Rp42 miliar hanya dari hadiah turnamen saja.

Bjorn dikenal sebagai salah satu petenis dengan gaya bermain yang luar biasa. Sebelum era Pete Sampras, Borg adalah sensasi di olahraga tenis dunia.

Namun sayang karirnya tidak berlangsung lama. Saat berada di usia puncak seorang atlet yakni 26 tahun, secara mengejutkan tokoh yang dianugerahi sebagai salah seorang atlet terhebat sepanjang masa Swedia tersebut mengumumkan pensiun.

Sejak pensiun, kehidupannya mulai hancur. Ia terjebak dalam candu obat-obatan terlarang hingga sempat mengalami overdosis. Ia pun sempat dinyatakan bangkrut. Beruntungnya, Borg banyak belajar dari kejadian tersebut hingga akhirnya ia bisa bangkit kembali dengan merilis brand fashion dengan namanya.

4. Bill Hwang

Kisah tragis selanjutnya dialami oleh Bjorn Borg, seorang investor dan trader saham dari China yang sempat memiliki kekayaan hingga ratusan triliun berkat portofolio yang ia miliki.

Sedikit berbeda dengan tokoh sebelumnya, penyebab jatuhnya Bill Hwang adalah 'keserakahan' dirinya. Berhasil menuai sukses dalam dunia pasar modal berkat kejeliannya dalam memilih perusahaan yang ia suntikkan dana, membuat ia tergiur untuk bermain lebih jauh.

Puncaknya adalah saat keuntungannya anjlok pada saat pandemi pertama kali melanda dunia dan sedang ganas-ganasnya yaitu di bulan Maret 2020, Bill yang berinvestasi dengan meminjam uang kepada bank pun harus membayar margin call atau jaminan yang dibebankan kepada investor dengan nilai yang jauh melebihi portofolio nya. Ia pun dinyatakan bangkrut setelahnya.

Itulah kisah hidup orang kaya raya yang harus mendadak bangkrut akibat gaya hidup yang berlebihan. Maka, hindarilah kesalahan yang sama agar kita tidak terjerumus dalam lubang yang sama!
 

Editor : Mohammad Saifulloh