Elon Musk Bikin Heboh Jagat Maya, Unggah Puisi Mandarin Kuno

Intan Rakhmayanti Dewi
Rabu 03 November 2021 10:03 WIB
Elon Musk Bikin Heboh Jagat Maya, Unggah Puisi Mandarin Kuno
Elon Musk Bikin Heboh Jagat Maya, Unggah Puisi Mandarin Kuno. (Foto: NEW YORK TIMES))

JAKARTA, celebrities.id - Elon Musk kembali membuat heboh jagat maya. Kali ini, melalui cuitannya di Twitter, dia meperlihatkan sebuah puisi dalam Bahasa Mandarin.

Selain posting di Twitter, Musk juga mengunggahnya ke akun Weibo miliknya. Ungggahan tersebut lantas mendorong pengguna internet untuk berdebat tentang maknanya. 

Musk tidak menulis puisi itu sendiri, melainkan puisi itu dikaitkan dengan seorang penyair China, Cao Zhi, yang hidup dari tahun 192 hingga 232.

Puisi itu diyakini pertama kali diterbitkan pada tahun 430 dalam sebuah teks klasik berjudul "A New Account of Tales of the  Dunia."

Dalam baitnya, puisi kuno itu menggunakan kacang sebagai alegori untuk menggambarkan konflik antara Cao Zhi dan kakak laki-lakinya yang kuat, Cao Pi.

Puisi tersebut menggambarkan hubungan antara dua bersaudara dari keluarga kerajaan selama periode Tiga Kerajaan yang berperang di China, demikian dikutip dari Insider, Rabu (3/11/2021).

Legenda mengatakan bahwa saudara penyair Cao Zhi, Cao Pi, mengambil alih takhta salah satu kerajaan Tiongkok kuno. Cao Pi adalah penguasa yang cemburu dan menuduh Cao Zhi mencoba merebutnya.

Dia memanggil Cao Zhi ke pengadilan dan menyuruhnya membuat puisi dalam tujuh langkah yang akan meyakinkan raja bahwa dia tidak bersalah. Cao Zhi menurutinya, dan membaca kalimat di atas, membandingkan kacang itu dengan dirinya dan Cao Pi.

Menurut cerita, Cao Pi sangat tersentuh sehingga dia menyelamatkan saudaranya. Musk belum mengungkapkan mengapa dia men-tweet puisi itu, atau mengapa dia memberinya label "Humankind." 

Ini membingungkan orang-orang di media sosial China. Satu teori dari Twitter dan Weibo adalah bahwa Musk memilih puisi itu untuk merujuk pada pertempuran antara Dogecoin, mata uang kripto yang didukung oleh multimiliuner, dan koin saingannya Shiba Inu.

Menurut teori mereka, kata China untuk kacang diucapkan "dou," yang terdengar mirip dengan Doge.

Editor : Simon Iqbal Fahlevi