Epidemiolog Minta Masyarakat Tak Remehkan Omicron: Jangan Salah Mengartikan Gejala Ringan

Carlos Roy Fajarta
Selasa 11 Januari 2022 10:48 WIB
Epidemiolog Minta Masyarakat Tak Remehkan Omicron: Jangan Salah Mengartikan Gejala Ringan
Epidemiolog minta masyarakat jangan anggap remeh varian Covid-19 termasuk Omicron. (Foto: celebrities.id/iStock)

JAKARTA, celebrities.id - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman meminta masyarakat Indonesia, pemerintah dan stakeholder terkait tidak menyepelekan varian apapun dari Covid-19, termasuk Omicron yang disebut bergejala ringan atau tanpa gejala.

"Betul bahwa mayoritas gejala Omicron tidak seperti dengan Delta, bukan karena Omicron lemah, tapi karena banyak orang sudah mendapatkan imunitas, sudah di vaksin lengkap, atau bahkan pernah terinfeksi dan sudah di vaksin lengkap," ujar Dicky Budiman, Selasa (11/1/2022).

Dia menyebutkan manfaat vaksin Covid-19 yang membuat antibodi seseorang dapat menahan beberapa gejala keparahan. Namun, pada kasus-kasus seperti mengalami badai sitokin atau kasus yang secara respon virusload yang menginfeksi tinggi, maka kasus kematian karena Covid-19 Omicron dapat terjadi.

"Seperti yang terjadi di Australia, Atlet usia muda masih 23 tahun, vaksinasi lengkap, tidak ada komorbid tapi meninggal juga. Jadi artinya Omicron sama dengan semua varian Covid-19 lainnya seperti Delta, dalam potensi nya menyebabkan badai sitokin, struk, penggumpalan darah, long Covid, dan menyebabkan dampak sisa," ucap Dicky Budiman.

 

1
/
2