Fabio Quartararo Masih Alami Rasa Sakit, Pastikan Cedera Tak Ganggu Performa saat Balapan

Andhika Khoirul Huda
Kamis 22 September 2022 18:15 WIB
Fabio Quartararo Masih Alami Rasa Sakit, Pastikan Cedera Tak Ganggu Performa saat Balapan
Fabio Quartararo Masih Alami Rasa Sakit, Pastikan Cedera Tak Ganggu Performa saat Balapan. (Foto: celebrities.id/Instagram @fabioquartararo20)

MOTEGI, celebrities.id – Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo mengakui luka yang dimilikinya masih sedikit sakit. Meski begitu, Quartararo meyakinkan bahwa luka tersebut tidak akan mengganggunya ketika tampil di MotoGP Jepang 2022 yang berlangsung pada 23-25 September 2022.

Seperti diketahui, El Diablo -julukan Quartararo- mengalami kecelakaan yang cukup parah dalam balapan di Aragon pada akhir pekan lalu. Dia menabrak Marc Marquez dari belakang ketika melewati Tikungan tiga pada lap pertama. Alhasil, sejumlah luka pun didapatnya dari insiden tersebut. Terlihat bagian kulit di dada dan perutnya sampai terkelupas sehingga harus ditutupi perban.

Untungnya, satu hari menjelang sesi pertama di Sirkuit Motegi, juara MotoGP 2021 itu mengungkapkan bahwa lukanya sudah semakin membaik meski masih terasa sedikit sakit. Namun menurutnya, rasa sakit itu tak akan mengganggunya ketika mengendarai kuda besinya.

“Luka saya tidak apa-apa. Itu hanya lecet. Namun, itu sedikit sakit dan tentu saja akan terasa seperti sedikit terbakar, terutama di sesi pertama. Tapi saya pikir itu tidak akan menjadi masalah ketika mengendarai motor saya,” kata Quartararo dilansir dari Speedweek, Kamis (22/9/2022).

Quartararo sendiri memang sangat membutuhkan tubuhnya dalam kondisi yang bugar pada balapan MotoGP Jepang 2022 yang digelar pada Minggu 25 September 2022 pukul 13.00 WIB nanti. Sebab, bisa dibilang ini akan menjadi awal pertarungannya dengan Francesco Bagnaia dan Aleix Espargaro dalam lima balapan terakhir musim ini untuk mempertahankan gelar juaranya.

Pasalnya, setelah gagal finis di Aragon, pembalap asal Prancis berusia 23 tahun itu hanya unggul 10 poin saja atas Bagnaia dan 17 poin dari Espargaro. Alhasil, kemenangan bisa dibilang menjadi harga mati baginya untuk memenuhi target menyabet gelar juara MotoGP keduanya di akhir musim nanti.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra