Fakta-Fakta Alat Tes Covid-19 RT-LAMP Buatan Anak Bangsa yang Mampu Deteksi Omicron

Muhammad Sukardi
Senin 17 Januari 2022 19:06 WIB
Fakta-Fakta Alat Tes Covid-19 RT-LAMP Buatan Anak Bangsa yang Mampu Deteksi Omicron
Metode RT-LAMP ini hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam untuk mendapatkan hasil diagnosa Covid-19. (Foto: BRIN)

JAKARTA, celebrities.id - RT-LAMP yang dikembangkan Pusat Riset Kimia - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah mengantongi izin edar Kementerian Kesehatan. Artinya, alat ini sudah bisa dipakai di masyarakat.

Namun, belum ada kabar lebih lanjut apakah alat ini akan dimanfaatkan di seluruh Puskesmas, sama seperti tes Antigen Covid-19. Meski begitu, RT-LAMP dipastikan efektifitasnya dalam pengujian Covid-19 sebaik RT-PCR.

Alat tes Covid-19 BRIN ini diharapkan bisa menjadi alternatif skrining di masyarakat. Terlebih, banyak hal menarik di balik RT-LAMP. Menurut Peneliti Kimia BRIN Tjandrawati Mozef, ada beberapa hal yang perlu diketahui masyarakat soal RT-LAMP, berikut ulasannya:
 
1. Dikembangkan sejak awal pandemi Covid-19

Alat ini mulai dikembangkan sejak Maret 2020 bersama mitra PT Biosains Medika Indonesia. Ide awalnya bermula dari menyadari bahwa alat PCR di Indonesia masih sangat terbatas, hanya dimiliki laboratorium besar. Pun soal reagen yang didatangkan dari luar negeri.

2. Hasil keluar kurang dari sejam

Salah satu keunggulan dari tes ini adalah hasil tes sudah dapat diketahui kurang dari sejam. Kecepatan waktu yang dimiliki alat tes ini bahkan tidak memerlukan banyak alat.

"Ini adalah hasil buatan anak bangsa. Kami bangga tentunya bisa menciptakan inovasi alat tes Covid-19 RT-LAMP ini," kata Tjandrawati dalam Webinar BRIN, Senin (17/1/2022).

3. Sampel diambil lewat swab hidung dan air liur

Alat ini mendeteksi sampel RNA virus yang diambil dari hidung dengan cara swab. Teknik ini memungkinkan hasil pemeriksaan yang akurat karena sampel diambil dari 'sumber'-nya yaitu sistem pernapasan.

Tapi, menariknya RT-LAMP juga bisa mendeteksi Covid-19 pada sampel air liur atau saliva.

"Ini dilakukan hanya pada kondisi lebih lanjut. Artinya, sampel saliva tidak diperuntukan untuk skrining awal karena hasil studi kami menunjukan sampel saliva pada kasus awal Covid-19 tidak membaca hasil dengan baik," ujar Tjandrawati.

"Pada sampel saliva yang diambil dari pasien Covid-19 dengan gejala serius, RT-LAMP dengan sampel saliva mampu membaca hasil dengan baik," katanya.  

 

1
/
2