Fakta Menarik Bamboo Dome, Tempat Tamu KTT G20 Santap Siang

Icon CameraSyifa Fauziah Ramadhani
Rabu 16 November 2022 11:54 WIB
Fakta Menarik Bamboo Dome, Tempat Tamu KTT G20 Santap Siang
Fakta menarik soal Bamboo Dome, tempat makan siang delegasi KTT G20. (Foto: instagram Jokowi)

BALI, celebrities.id - Saat ini, sebanyak 17 pemimpin negara menghadiri pelaksanaan acara puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang dimulai pada, Selasa (15/11/2022) kemarin di Pulau Dewata.

Selama di sana, para tamu kenegaraan itu disuguhkan dengan sajian makanan dan suasana khas Indonesia yang begitu kental. Salah satunya adalah momen saat para pemimpin negara menikmati santap siang.

Mereka diajak mengunjungi bangunan Bamboo Dome di Apurva Kempinski, Nusa Dua, Bali. Terletak di tepi pantai, Bamboo Dome dapat dilihat dari anjungan lobi hotel tempat yang sama berlangsungnya KTT G20.

Dalam ruang makan seluas 32 meter tersebut disediakan 43 kursi dengan tata letak satu meja besar melingkar sehingga para pemimpin dan delegasi dapat menikmati suguhan makanan khas Indonesia bersama-sama.

Nah kali ini akan merangkum fakta menarik Bamboo Dome. Berikut ulasannya dari berbagai sumber, Rabu (16/11/2022).

1. Pemilihan lokasi dilakukan sepanjang tahun

Elwin Mok selaku Visual Creative Consultant KTT G20 mengungkapkan presiden Joko Widodo berpesan untuk memilih tempat makan siang dengan pemandangan laut. Awalnya hanya akan mendirikan tenda di halaman belakang Hotel Apurva Kempinski. Namun ide itu batal karena mengingat kencangnya angin pantai yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Pemilihan lokasi pun dilakukan hampir sepanjang tahun. Tim kreatif kemudian berdiskusi intens dengan koordinator Tim Asistensi dan Kemitraan G20, Wishnutama termasuk juga Sekretariat Negara. Ide berikutnya adalah mendirikan bangunan yang berbahan bata dan batu.

"Tapi ide ini juga diurungkan, mengingat pertimbangannya adalah membangun sebuah bangunan yang sifatnya sementara dan bisa dibongkar usai penyelenggaraan G20. Kami harus mencari sesuatu yang unik yang hanya dikhususkan untuk G20,” kata Elwin.Ā 

2. Inspirasi

Saat perjalanan singkat ke Pantai Melasti, Elwin dan timnya pun mendapat ide cemerlang. Awalnya dia melihat banyak bangunan di area makan menggunakan bambu. Akhirnya mereka diskusi dengan tim dan dipilihlah bambu sebagai material utama membuat bangunana untuk makan siang.

3. Dirancang oleh seniman asal Bali

Bamboo Dome dirancang oleh seniman asal Bali bernama Rubi Roesli bersama dengan pengrajin bambu asal Desa Gianyar Bali.Ā Melalui unggahannya di Instagram Story, sang arsitek memiliki beban yang cukup berat dalam membangun Bamboo Dome ini.

"Setelah Sarinah, nyebrang ke event yang speednya aduhai," tulisnya seperti dikutip dari Instagram @rubiroesli, Rabu (16/11/2022).

4. Penuh filosofi

Bamboo Dome dirancang sedekat mungkin dengan kebiasaan masyarakat Bali. Rubi Roesli menggunakan bentuk kubah sebagai representasi gunungan, lambang Presidensi G20 Indonesia.

Penggunaan bambu sendiri menyimpan banyak filosofi yang sangat dalam, seperti mudah untuk dibentuk melengkung karena sifatnya yang lentur, elastis, dan gampang beradaptasi. Selain itu, bangunan bambu juga terkenal paling kuat terhadap guncangan gempa.

Editor : Johan Sompotan