Fashion Berkelanjutan Jadi Perhatian Dunia Mode, Desainer Ditantang Kreatif

Icon CameraLisvi Padlilah
Rabu 25 Januari 2023 14:21 WIB
Fashion Berkelanjutan Jadi Perhatian Dunia Mode, Desainer Ditantang Kreatif
Hasil karya mahasiwa ESMOD Jakarta, busana hasil daur ulang untuk fashion berkelanjutan. (Foto: celebrities.id/Lisvi Padlilah)

JAKARTA, celebrities.id - Masalah krisis iklim rupanya juga menghantui pelaku industri fast fashion. Untuk itu, para desainer pun ditantang untuk dapat kreatif dan inovatif dalam menciptakan rancangan busana agar bersifat berkelanjutan atau sustainable. 

Hal itu pula yang terus digaungkan dan ditekankan sekolah mode ESMOD Jakarta. Mereka menegaskan komitmen untuk memebentuk desainer dan iklim industri mode yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. 

“ESMOD Jakarta memiliki visi dan misi yang sejalan dengan dukungan terhadap produk-produk yang berkelanjutan jangka panjang dan mengurangi limbah,” tutur Adhika Kusuma selalu Head of Business ESMOD Jakarta saat ditemui celebrities.id di kampusnya, di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023). 

Lebih lanjut, mereka juga terus mendorong tren fashion berkelanjutan dengan mengajak mengurangi limbah produksi. Tak hanya itu, kolaborasi pun disebut jadi kunci untuk menciptakan iklim fashion berkelanjutan, terutama dengan para produsen lokal. 

“Kami juga mendukung produk dalam negeri, bukan hanya dari siswa dan alumni, tetapi juga masyarakat publik agar menjadi motor penggerak industri fashion yang berkelanjutan,” tuturnya. 

Di sisi lain, Nathaliea Gunarian selaku Fashion Business Program Coordinator ESMOD Jakarta juga menekankan pentingnya mindset tentang fashion berkelanjutan pada desainer maupun calon desainer yang saat ini sedang menempuh studinya. 

“Mereka (mahasiswa) justru lebih kreatif saat kita arahkan untuk membuat desain dari bahan daur ulang. Dan ya, desainer dituntut untuk kreatif untuk membuat desain untuk fashion berkelanjutan,” tutur alumni LSPR itu. 

Selain itu, menurut Nathalia, tren fashion saat ini bukan lagi merujuk pada bentuk atau desain semata. Akan tetapi, teknologilah yang lebih diperhatikan. 

“Kalau tren fashion kan berulang, jadi sekarang kita lebih ke teknologi yang digunakan. Bagaimana biar buat baju yang tidak membuang banyak bahan, gunakan sedikit air dan sebagainya,” ujarnya.

Editor : Lisvi Padlilah

Follow Berita Celebrities di Google News