Federico Tondelli Beberkan Alasan Para Pembalap MotoGP Betah Bersama Suzuki

Icon CameraQuadiliba Al-Farabi
Sabtu 21 Januari 2023 18:21 WIB
Federico Tondelli Beberkan Alasan Para Pembalap MotoGP Betah Bersama Suzuki
Federico Tondelli Beberkan Alasan Para Pembalap MotoGP Betah Bersama Suzuki. (Foto:celebrities.id/Instagram @alexrins)

JAKARTA, celebrities.id - Mantan Manajer Komunikasi tim MotoGP Suzuki, Federico Tondelli menceritakan sistem kerja yang dilakukan Suzuki saat berkompetisi di MotoGP. Dia mengatakan bahwa Suzuki selalu menghormati pembalap sebagai manusia

Seperti diketahui, dari 2015 hingga 2022 Suzuki berkompetisi dengan tim pabrikan di kelas MotoGP. Selama itu, tim ini dikenal sebagai yang paling komunikatif baik secara internal maupun dengan pihak media. Hal itu membuat sejumlah pembalap sepanjang era itu tampak nyaman menjadi bagian tim.

Misalnya Aleix Espargaró dan Maverick Vinales pada 2015 dan 2016, Andrea Iannone dan Alex Rins (2017 dan 2018), hingga Rins dan Joan Mir (2019-2022). Selama bertahun-tahun, Federico Tondelli dan rekannya asal Spanyol Alberto Gomez menjaga komunikasi tim kerja Suzuki.

Selama itu, mereka selalu memikirkan sisi emosional para pembalap ketimbang menuntut keras untuk mencapai target tim.

"Dalam pekerjaan kami, kami harus selalu ingat bahwa kami tidak berbicara tentang boneka, kami berbicara dengan orang. Para pengemudi adalah duta merek, tetapi pada akhirnya mereka hanya manusia biasa. Sebagai manusia, mereka mengalami hari-hari baik dan hari-hari buruk, mereka frustrasi dan bahagia, dan mereka menunjukkan semua emosi mereka," kata Tondelli dikutip laman Speedweek, Sabtu (21/1/2023).

“Alberto dan saya memiliki pendapat yang sama sejak menit pertama: kami tidak pernah mendatangi pengemudi atau anggota tim dan menjelaskan kepadanya apa yang dia bisa dan tidak bisa katakan. Itu bukanlah pendekatan atau visi kami. Setiap orang diizinkan untuk mengatakan apa pun yang mereka inginkan kapan saja,” katanya.

Tondelli dan Alberto juga menjadi penyambung lidah para pembalap dengan para jurnalis. Mereka berusaha menyamakan perspektif dan emosi yang dialami pembalap dengan pertanyaan yang pantas dalam situasi tersebut.

“Kami selalu berusaha membuka perspektif bagi mereka, termasuk para jurnalis. Karena ada perbedaan perspektif dalam segala hal. Terkadang itu ada hubungannya dengan waktu. Setelah kegagalan teknis, misalnya, seseorang secara alami frustrasi; tetapi pertama-tama Anda harus memahami apa yang terjadi. Bukan tugas juru bicara untuk memberi tahu orang apa yang harus dikatakan,” tuturnya.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra

Follow Berita Celebrities di Google News