Film Karena Cinta Bukan Bayangan Digarap di Kota Pahlawan, Wali Kota Eri Cahyadi: Angkat Derajat Kota Surabaya!

Aan Haryono
Rabu 03 Agustus 2022 14:53 WIB
Film Karena Cinta Bukan Bayangan Digarap di Kota Pahlawan, Wali Kota Eri Cahyadi: Angkat Derajat Kota Surabaya!
Film karena cinta bukan bayangan digarap di Kota Pahlawan. (Foto: celebrities.id/Freepik)

SURABAYA, celebrities.id - Produser film nasional, Avesina Soebli bersama sutradara dan timnya berencana memproduksi film di Kota Pahlawan. Dijadikannya Surabaya sebagai objek pembuatan film didasari beberapa pertimbangan matang sebelumnya.
 
Film bergenre romantis atau percintaan berjudul 'Karena Cinta Bukan Bayangan' ini akan segera digarap di Kota Surabaya mulai bulan depan. Rencananya, film karya Avesina Soebli ini tayang di bioskop pada awal tahun 2023.
 
Avesina Soebli menuturkan, pihaknya akan segera menggarap film bergenre romance di Kota Surabaya. Film tersebut, sekaligus untuk mengenalkan potensi-potensi wisata di Surabaya maupun tentang kuliner dan budayanya.
 
"Semoga film ini bisa dinikmati Insyaallah sekitar kuarter pertama tahun depan. Kita akan coba mengajak para pemain-pemain yang sudah dikenal luas, sudah populer. Belum bisa saya sebut namanya karena ini masih rahasia. Mudah-mudahan jadi surprise yang akan terlibat di dalam film ini," kata Avesina Soebli, Rabu (3/8/2022).
 
Avesina yang sebelumnya juga menjadi produser film Sepatu Presiden, Perahu Kertas hingga Laskar Pelangi tersebut membocorkan sedikit terkait alur cerita yang akan diangkat dalam film tersebut. Yaitu, bagaimana ketika orang Surabaya itu pergi ke mana pun, maka akan kembali lagi ke Kota Pahlawan.
 
"Ada rasa cinta, Surabaya ini nyawa. Jadi, orang dari manapun pasti pulangnya ke Surabaya. Nah, nyawa ini yang akan kita ceritakan dalam kisah cinta yang sangat manis," ucapnya.

 

Film tersebut, kata dia, bakal disutradarai oleh Benni Setiawan. Yakni, sosok penulis skenario sekaligus sutradara dalam film Layangan Putus. Sedangkan skenario film yang bakal digarap di Kota Pahlawan ini, menceritakan bagaimana seseorang yang pulang ke Surabaya.
 
"Dulu pernah bikin film di Surabaya, kok kita ini bisa larut di Surabaya ingin balik lagi, ingin balik lagi. Nah, suasana hati ini yang saya ajak di dalam film ini. Karena nyawanya itu beda, kalau saya datang ke kota-kota lain dengan datang ke Kota Surabaya," katanya.
 
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut baik dan mengaku senang Surabaya dipilih sebagai lokasi pembuatan film tersebut. Menurutnya, itu sama dengan yang dia pikirkan selama ini, yaitu bagaimana mengenalkan Kota Pahlawan bukan hanya dari sisi pekerjaan.
 
"Ini sama dengan pemikiran saya, bagaimana mengenalkan Surabaya ke Nasional dan Internasional bukan hanya dari pekerjaan, tapi dari seni hiburan. Karena Surabaya hari ini yang kita kenal kan luar biasa. Ada Tunjungan Romansa, Susur Sungai (Kalimas) nanti Insyaallah juga kita bentuk Kya-kya," kata Eri.

 

Apalagi, kata dia, film yang akan digarap oleh Avesina Soebli di Surabaya itu berkategori anak muda dengan genre romantis. Tentunya, dia meyakini, orang yang menonton film tersebut bakal teringat terus dengan Kota Pahlawan.
 
"Inilah harapan saya ketika (orang) ke Surabaya itu, masih ingat apa yang ada di Kota Surabaya. Alhamdulilah, saya berharap film ini segera bisa terealisasi dan diputar di Indonesia, khususnya di Surabaya sehingga orang Indonesia maupun Internasional mengenal Surabaya," katanya.
 
Baginya, Surabaya ini adalah kota yang keras kepala. Juga, kota yang pantang menyerah. Namun, kata dia, Surabaya selalu memiliki tujuan yang terus tercapai dengan hati yang lembut. 

"Jadi Surabaya ini kota yang romantis, meskipun orang-orangnya keras," katanya.
 
Saat ditanya apakah akan terlibat dalam pembuatan film tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi mengaku bakal melihat dulu bagaimana alur ceritanya. Jika dinilai alur cerita film tersebut cocok, ia pun bersedia terlibat di dalamnya.
 
"Kita lihat nanti kalau jadi orang muda ya tidak pantas, saya kan (umur) 45. Kalau misalnya nanti diajak atau diminta ya kita lihat dulu, pantas atau tidak. Kalau pantas ya dilakoni (dijalani)," katanya.

Editor : Johan Sompotan