Gara-Gara Jokowi, Para Kiai Kini Tak Malu Pakai Sarung Naik Pesawat

Widya Michella Nur Syahida
Selasa 19 Oktober 2021 01:01 WIB
Gara-Gara Jokowi, Para Kiai Kini Tak Malu Pakai Sarung Naik Pesawat
Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan memakai sarung, busana khas kaum santri. (Foto: Okezone)

JAKARTA, celebrities.id - Pengasuh pondok pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, KH Abdul Ghafur Maimoen menyebut presiden Joko Widodo dan Wapres KH. Ma’ruf Amin berjasa menciptakan tren pakai sarung di ruang publik.

Berkat jasa mereka kini para kiai dan santri tak lagi malu memakai sarung di mana saja termasuk saat naik pesawat.

"Saya ke sini pakai sarung karena saya lihat wapres juga ternyata pakai sarung, pak Jokowi juga pakai sarung dan itu menjadi tren yang menyenangkan," ujar KH Abdul Ghafur Maimoen dalam peringatan maulid nabi Muhammad SAW yang disiarkan melalui akun YouTube Kemenag RI, Senin,(18/10/2021) malam.

Dia pun menceritakan dulu sempat malu menggunakan sarung di berbagai kesempatan di luar acara keagamaan. Namun kini dia merasa lebih percaya diri berkat tren yang diciptakan oleh para pemimpin Indonesia.

"Dulu misalnya saya naik pesawat, what itu agak malu pakai sarung tapi sekarang naik pesawat itu pakai sarung seperti pesawat ini milik saya. Karena sudah dibikin tren oleh para pemimpin-pemimpin luar biasa semacam ini menurut saya," tutur putra Mbah Moen tersebut.

Dalam kesempatan ini KH Abdul Ghafur Maimoen memaknai pesan Maulid Nabi. Tema acara " Spirit Maulid Nabi Muhammad SAW Menebar Empati Perkuat Silaturahmi " sangat menggambarkan sikap empati Rasulullah ketika bertemu dan berinteraksi dengan semua kalangan.

"Nabi berada di Mekkah itu kumpul dengan para pedagang dan punya empati dengan para pedagang. Ketika nabi Muhammad ada di Madinah ketemu dengan para petani itu juga memberi empati yang luar biasa kepada petani," ucapnya.

“Nabi Muhammad SAW mengatakan kalau hari ini kiamat datang,  kamu (petani) masih membawa biji kurma dan kau (petani) bisa menanam tanamlah itu meski hari ini kiamat. Hal tersebut sebagai wujud empati beliau  kepada para petani. Sehingga para petani Madinah begitu semangat dan ketika bertani merasa ini bagian dari ajaran Rasulullah SAW," ujarnya.

Sementara dalam sambutannya, Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, kegiatan maulid Nabi ini merupakan wujud rasa cinta, takwa kita dan rindu kepada Nabi Muhammad SAW. Kehadirannya terasa begitu membumi di berbagai pelosok dunia sehingga semua merayakan kelahiran beliau dengan gegap gempita. Karena Rasulullah SAW adalah sosok Rasul yang penuh cinta dan kasih sayang.

"Ada banyak contoh baik yang diwariskan Nabi besar kita ini. Setiap zaman punya cara menjabarkan kebesaran dan kemuliaan akhlaknya. Begitu juga bangsa Indonesia peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah cara kita untuk mengenal  dan mendekatkan sosoknya kepada para generasi penerus. Kemuliaan akhlak dan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW adalah magnet yang menjadikan umatnya merindukan sosok yang begitu dicintai," kata Gus Yaqut.

 

1
/
2