Gaya Hidup Lelaki Berpotensi Sebabkan Gejala Long Covid

Raka Dwi Novianto
Jumat 04 Juni 2021 10:05 WIB
Gejala Long Covid dimulai dari pelemahan fisik secara umum, sesak napas, nyeri sendi, nyeri otot, batuk, diare, kehilangan penciuman, dan pengecapan. (Foto: Freepik.com)

JAKARTA, celebrities.id - Gejala Long Covid yang timbul dan dirasakan oleh penyintas Covid-19 ditengarai dapat bertahan lama karena gaya hidup. Kaum lelaki ternyata lebih rentan untuk mengalami Long Covid.

Gejala Long Covid dimulai dari pelemahan fisik secara umum, sesak napas, nyeri sendi, nyeri otot, batuk, diare, kehilangan penciuman, dan pengecapan,” kata Kabag Pembinaan Fungsi RS Polri, Kombes Yahya dalam diskusi 'Long Covid, Kenali dan Waspadai' di FMB9ID_IKP, Kamis (3/6/2021).

Yahya menyebut secara demografi pasien laki-laki lebih besar peluangnya terkena efek dari gejala Long Covid akibat gaya hidup pasien laki-laki. Berdasarkan penelitian Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 53,7 persen pasien merasakan gejala Long Covid selama satu bulan, sebanyak 43,6 persen selama 1-6 bulan, dan 2,7 persen lebih dari 6 bulan.

"Salah satu alasannya karena gaya hidup merokok. Biasanya juga pasien Covid-19 yang bergejala berat atau mungkin yang berhasil sembuh setelah dibantu ventilator memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menderita Long Covid ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yahya mengatakan gejala Long Covid salah satunya juga dipicu kondisi psikologis pasien. Lantaran kondisi tersebut membuat pasien cepat cemas dan mengalami depresiasi.

 Yahya kerap menyarankan kepada para pasien apabila merasakan gejala-gejala Long Covid setelah dinyatakan sembuh diharapkan pasien terus berkonsultasi kepada dokter.

“Memang ada kelemahan seseorang gampang cemas, gampang depresi, ini juga faktor yang membuat seseorang Long Covid,” tuturnya.

 

1
/
2