Geliat Pelajar Tekuni Seni Batik, Ajang Hidupkan Pembatik di Kabupaten Bantul 

Erfan Erlin
Kamis 01 September 2022 15:20 WIB
Geliat Pelajar Tekuni Seni Batik, Ajang Hidupkan Pembatik di Kabupaten Bantul 
Pelajar semangat untuk membatik, hidupkan pembatik di Kabupaten Bantul. (Foto: Erfan Erlin/MNC)

BANTUL, celebrities.id - Ratusan siswa SD, SMP dan SMA Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul nampak berkumpul di depan rumah Dukuh Gunting Kalurahan Gilangharjo.

Mereka terlihat berkelompok dengan jumlah lebih kecil. Di tengah kelompok kecil tersebut nampak tungku atau kompor kecil dengan wajan di atasnya berisi lilin (malam). Masing-masing siswa memegang kain di tangan kiri dan canting (alat membatik).

Padukuhan Gunting meluncurkan program Edu Wisata Batik Cilik. Sebuah program yang bertujuan untuk memperbanyak generasi pembatik. Dusun Gunting selama ini memang dikenal sebagai salah satu sentra batik di Kabupaten Bantul.

Dukuh Gunting, Tumilan mengatakan program eduwisata Pembatik cilik diinisiasi oleh sebuah perusahaan besar di Tanah Air. Eduwisata ini mereka luncurkan berdasarkan keprihatinan generasi batik yang saat ini mulai punah.

"Kami mencoba menumbuhkannya kembali. Selain di sekolah kami juga membuat di sentranya," katanya, Kamis (1/9/2022).

Dia mengakui jika regenerasi pembatik memang menjadi persoalan selama ini. Saat ini jumlah pembatik di Padukuhan Gunting tinggal 50 orang padahal awalnya jumlahnya mencapai ratusan. Padahal, Padukuhan Gunting merupakan sentra batik tertua di Bantul.

Menurutnya, regenerasi pembatik memang sulit karena profesi yang unik. Ternyata profesi butuh ketelatenan dan kesabaran karena corak batik cukup sulit dan kompleks. Padahal saat ini anak-anak ada kecenderungan yang ingin instan.

Meskipun berkembang anggapan jika sulitnya regenerasi pembatik karena upah yang minim, namun Tumilan membantahnya. Terkait upah, Tumilan mengatakan jika hal tersebut adalah relatif. Namun jika dibandingkan dengan upah buruh di pabrik memang masih belum sebanding.

"Kami tetap berusaha untuk melakukan regenerasi," ujar dia.

 

1
/
2