Harga Minyak Goreng Masih Tinggi, Begini Kata GIMNI

Advenia Elisabeth
Rabu 11 Mei 2022 20:19 WIB
Harga Minyak Goreng Masih Tinggi, Begini Kata GIMNI
Harga minyak goreng masih tinggi, begini kata GIMNI. (Foto: celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Harga minyak goreng maasih tinggi, meski pemerintah sudah menggunakan berbagai cara, seperti melarang ekspor Crude Palm Oil/CPO. Pengusaha sekaligus Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengungkapkan alasan di balik mahalnya harga minyak goreng di pasaran.

"Kalau minyak goreng kemasan itu berjalan sesuai dengan mekanisme pasar, artinya bila harga CPO di pasar global atau ex PTPN (KPB) masih mahal, maka harga minyak goreng kemasan masih akan mahal juga," ujar Sahat saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (11/5/2022).

Soal distribusi minyak goreng curah yang belum merata, Sahat mengatakan kondisi tersebut di luar kendali pengusaha minyak goreng. Sebab, para pengusaha tidak punya keahlian untuk mendistribusikan minyak goreng curah sampai ke pasar rakyat secara merata.

"Inti masalah sekarang itu bukan di bagian produsen minyak goreng, tapi bagaimana menyalurkan produk bersubsidi ini secara cepat," ucapnya.

Sahat menegaskan, jika minyak goreng curah subsidi dibanderol Rp14 ribu per liter, maka harga tersebut harus sampai juga di tangan pengecer. Jika tidak demikian, menurutnya ada yang salah dan perlu ditelusuri.

"Kalau pengecer menjual minyak goreng curah ini di atas harga Rp14 ribu per liter, maka pedagang ini harusnya ditelusuri kenapa dia menjual di atas HET. Di sini lah letak peran Satgas Pangan, dan ini bukan urusan Produsen minyak goreng," kata Sahat.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan dalam mengatasi polemik minyak goreng. Orang nomor satu di Indonesia ini melarang ekspor bahan baku minyak goreng beserta turunannya agar harga minyak goreng bisa turun sesuai HET sebesar Rp14 ribu per liter atau Rp15.500 per kilogram.

Larangan ekspor tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor CPO, Refined, Bleached, & Deodorized (RBD) Palm Oil, RBD Palm Olein, dan Used Cooking Oil (UCO).

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra