Harga Pertalite Tak Jadi Naik, Begini Kata Presiden Jokowi

Widya Michella
Sabtu 11 Juni 2022 22:23 WIB
Harga Pertalite Tak Jadi Naik, Begini Kata Presiden Jokowi
Harga Pertalite tak jadi naik. (Foto: Freepik.com)

JAKARTA, celebrities.id - Presiden RI Joko Widodo menyebut Indonesia masih mampu mengendalikan berbagai harga komoditas di Indonesia usai dilanda Covid-19 selama dua tahun. Salah satu di antaranya harga BBM jenis Pertalite yang hingga kini tak naik dan masih berada di angka Rp7.650. 

"Tapi alhamdulliah di negara kita kita masih mampu mengendalikannya. Saya berikan contoh urusan harga BBM di negara kita harga BBM Pertalite masih Rp7.650 benar? Tidak naik betul?"ujar Jokowi di E-Convention Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, pada Sabtu (11/6/2022)..

Mantan Wali Kota Surakarta ini juga turut membandingkan harga rata-rata BBM dunia di mana terjadinya lonjakan harga yang tinggi akibat ketidakstabilan pasar global. Misalnya seperti di Amerika Serikat (AS) harga BBM berada di angka Rp19.400/liter dan BBM Singapura seharga Rp33 Ribu/liter.

"Bayangkan kalau pertalite jadi Rp33 ribu. Pasti demo semuanya benar enggak? Oleh sebab itu dengan sekuat tenaga kita pertahankan harga ini," kata dia.

"Tetapi ingat harga yang harus dibayar oleh APBN itu gede sekali,” ujar dia.

Selain itu, Jokowi juga membahas harga beras di Indonesia yang hingga kini tak mengalami kenaikan dengan rata-rata harga Rp10.700/liter Berbeda dengan harga beras di AS yang naik hingga Rp52 ribu.

"Bayangkan kalau harga beras di sini menjadi Rp52 ribu demo setahun enggak rampung-rampung benar gak? Ini yang perlu saya sampaikan biar kita semuanya tau. Oleh sebab itu, kita pertahankan harga beras supaya tidak naik harga BBM juga tidak naik," ujarnya. 

Walaupun demikian, Jokowi mengatakan adanya kestabilan harga kebutuhan pokok masyarakat Indonesia karena subsidi dari pemerintah. Bahkan dirinya mengatakan tidak ada negara lain yang melakukan hal sama seperti Indonesia terutama subsidi di sektor energi.

"APBN menjadi berat karena subsidinya sekarang untuk BBM, pertalite, pertamax, solar elpiji, subsidinya menjadi Rp502 triliun. Gede sekali enggak ada negara yang seberani kita melakukan ini subsidi segede ini," tuturnya.
 

Editor : Hadits Abdillah