Hari Guru Nasional, Gubernur Khofifah Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan

Icon CameraLukman Hakim
Jumat 25 November 2022 12:21 WIB
Hari Guru Nasional, Gubernur Khofifah Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan
Gubernur Khofifah Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan, di Hari Guru Nasional 2022. (Foto: Kemdikbud)

SURABAYA, celebrities.id - Peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2022 menjadi momentum mengingat peran tenaga pendidik dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Berdasarkan penelitian, keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh guru 60 persen, sarana-prasarana 15 persen serta kurikulum dan management 25 persen. 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim terus memacu inovasi dan kreatifitas guru. Salah satunya dengan memberikan wadah melalui program GTK Creative Camp (GCC). 

Ada 10 bidang lomba yang digelar tiap tahun. Para guru dan tenaga kependidikan unjuk dan asah inovasi dibidang Penulis Buku, Video Tourism, Kewirausahaan, Film Pendek, Fashion, Pembelajaran Berbasis IT, Desain Grafis, Daur Ulang, Inovasi Kompetensi Kepala Sekolah dan bidang lomba Optimasi Peran Pengawas Sekolah.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Indar Parawansa mengatakan, program GCC ini menjadi oase baru dalam dunia pendidikan pasca pandemi Covid-19. Utamanya untuk memacu semangat guru dalam menelurkan ide inovatif dan kreatif. Apalagi, antusiasme guru dalam mengikuti kegiatan ini mencapai 18.338. 

"Jumlah ini meningkat 190 persen dibanding tahun 2020 yang hanya diikuti oleh 4.983 peserta, dan tahun 2021 meningkat 27,09 persen atau 6.333 peserta," katanya, Jumat (25/11/2022). 

Sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan, lanjut, Khofifah selain meningkatkan kompetensi guru dan pemenuhan sarana prasarana. Pemeratan guru juga sangat berperan. Untuk menjangkau ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jatim membangun aplikasi A-GTK untuk memetakan guru sesuai kebutuhan. 

"Adanya A-GTK ini menjadi kebijakan atau dasar jika ada usulan mutasi baik antar provinsi maupun antar kabupaten/kota. Pemerataan juga dilakukan di daerah 3T (terluar, tertinggal dan terdalam), atau daerah Kepulauan, Pegunungan, dan Pedalaman. Sehingga tidak ada sekolah yang tidak ada PNS nya. Artinya jika semua guru merata, maka yakin kualitas pendidikan di semua wilayah di Jatim akan bagus," kata Khofifah. 

 

1
/
2