Heboh! Vaksin mRNA Picu Kematian pada Lansia? Cek Faktanya

Leonardus Selwyn Kangsaputra
Senin 17 Januari 2022 08:12 WIB
Heboh! Vaksin mRNA Picu Kematian pada Lansia? Cek Faktanya
Beredar video yang viral di media sosial berisi informasi tentang dampak vaksin Covid-19 berbasis mRNA.  (celebrities/Reuters)

JAKARTA, celebrities.id - Baru-baru ini beredar video yang viral di media sosial berisi informasi tentang dampak vaksin Covid-19 berbasis mRNA. 

Informasi tersebut menyebutkan bahwa vaksin mRNA untuk Covid-19 dapat menyebabkan seorang lanjut usia atau lansia di atas 70 tahun meninggal dunia.

Disebutkan bahwa vaksin mRNA tersebut memiliki efek mematikan setelah dua sampai tiga tahun paska vaksinasi. Tentunya informasi ini membuat masyarakat menjadi takut dan khawatir. 

Di tengah mulainya vaksinasi booster Covid-19 dengan prioritas lansia dan kelompok rentan atau immunocompromised.

Merangkum dari laman Instagram resmi Komite Percepatan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), @lawancovid19_id, Senin (17/1/2022) memastikan bahwa informasi yang beredar tersebut salah atau hanyalah hoax semata.

Faktanya, sampai saat ini belum ada kasus atau hasil penelitian yang dapat menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 secara teknologi mRNA dapat menyebabkan kematian secara langsung kepada penerima vaksin. 

Kematian paska vaksinasi dapat terjadi karena beberapa hal seperti tingkat usia, hormon dan penyakit bawaan.

The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat merilis data dengan mempertimbangkan akta kematian, otopsi dan catatan medis bahwa tidak ada bukti vaksin berkontribusi pada kematian.

Oleh sebab itu masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya. Cek kembali informasi yang diterima melalui media sosial atau broadcast pesan untuk memastikan kebenarannya.

Editor : Simon Iqbal Fahlevi