IDI Setuju Peraturan Pelonggaran Masker Jokowi, Tetap dengan Catatan!

Muhammad Sukardi
Rabu 18 Mei 2022 07:47 WIB
IDI Setuju Peraturan Pelonggaran Masker Jokowi, Tetap dengan Catatan!
Prof Zubairi setuju dengan mandat lepas masker di ruang terbuka Presiden Jokowi. (Foto: celebrities.id/Instagram @profzubairi)

JAKARTA, celebrities.id - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumumkan kebijakan pelonggaran pemakaian masker di ruang terbuka dan luar ruangan. Keputusan tersebut disambut baik oleh masyarakat, tak terkecuali Ikatan Dokter Indonesia (IDI). 

Hal itu disampaikan pakar IDI Prof. Zubairi Djoerban. Dia setuju dengan kebijakan lepas masker di ruang terbuka atau luar ruangan. Tapi, ada peringatan di balik sikap setuju tersebut. 

"Setuju saja dengan kebijakan lepas masker dan tidak perlu mendramatisir hal ini," tulis Prof. Zubairi Djoerban yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 IDI, dalam cuitannya di Twitter, Selasa (17/5/2022). 

Dengan keluarnya mandat boleh lepas masker di ruang terbuka, Prof Beri, sapaan akrabnya, tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak melepas masker seluruhnya. Artinya, tetap ada situasi memerlukan pakai masker. 

Prof Zuabiri setuju dengan kebijakan pelonggaran masker di tempat terbuka. (Foto: celebrities.id/Twitter @profzubairi)

"Hanya karena mandat dicabut, bukan berarti harus berhenti pakai masker," tulisnya. 

Momen ini, kata Prof Beri, harus jadi momentum untuk kita semua untuk punya kesadaran tentang pola hidup sehat. Termasuk pakai masker yang efektif cegah virus menular lainnya, bukan hanya Covid-19.

Ada catatan penting di akhir pernyataan. Prof. Beri menerangkan bahwa sebetulnya kebijakan lepas masker di ruang terbuka atau luar ruangan itu idealnya diterapkan bulan depan. 

"Idealnya sih kebijakan ini dilakukan bulan depan dengan melihat dulu bagaimana dampak dari mudik. Dan saya berharap pelacakan kontak dan tes tetap dilakukan. Tidak jadi kendor," tulis Prof. Beri. 

"Saya optimistis tidak lama lagi Indonesia akan memasuki fase endemik," tulis Prof Zubairi Djoerban lagi.

Editor : Lisvi Padlilah