Iklan Mercedes Benz Dicap Rasis, Bandingkan Lampu Mobil dengan Mata Sipit Model asal China 

Bertold Ananda
Minggu 02 Januari 2022 19:56 WIB
Iklan Mercedes Benz Dicap Rasis, Bandingkan Lampu Mobil dengan Mata Sipit Model asal China 
Iklan Mercedes Benz dicap rasis lantaran bandingkan mata sipit model asal China dengan lampu mobil. (Foto: Hindustantimes)

JAKARTA, celebrities.id - Pabrikan otomotif asal Jerman Mercedes Benz tersandung kasus rasisme. Hal itu disebabkan oleh sebuah iklan terbaru yang dipublish oleh pihak pabrikan dengan mencoba membuat perbandingan dengan mata sipit model asal Asia.

Sontak, iklan tersebut membuat netizen geram di media sosial China. Dilansir dari Hindustantimes, Minggu (2/1/2022), diketahui dari sebuah laporan menyatakan bahwa iklan itu mengandung unsur rasisme.

Banyak pengguna media sosial di Weibo, Twitter versi China, memberikan tuduhan bahwa lampu depan mobil Mercedes disandingkan dengan sebuah mata sipit dari seorang model asal Asia. 

Angle iklan tersebut  memicu diskusi panas dari netizen dengan banyak yang menyalahkan bahwa riasan tersebut mencerminkan stereotip Barat tentang orang Asia. Lantaran menimbulkan polemik, iklan tersebut langsung dihapus oleh pihak Mercedes.

Perlu Anda ketahui bahwa negara China adalah pasar utama untuk merek di seluruh segmen dan potensi volume penjualan yang tinggi berarti bahwa sebagian besar perusahaan tidak mau menantang kemarahan di antara orang-orang pada umumnya. Hingga yang terjadi perusahaan  mengambil jalan damai untuk mengalah kepada masyarakat atas siaran yang menimbulkan kekeliruan.

Kejadian ini bukan merupakan pertama kalinya sebuah merek harus menghadapi kemarahan online oleh banyak publik atas tuduhan iklan seperti rasis. Sebelumnya, merek Dolce & Gabbana, Hennes & Mauritz juga pernah menjadi target sekaligus korban akibat tersandung kasus yang sama oleh beberapa kalangan orang yang menganggap sebagai nasionalisme konsumen di China.

Selain itu, tepatnya 3 tahun yang lalu, pabrikan Mercedes ini juga pernah diserang dan  menghadapi sedikit kritik pada 2018 terkait iklan yang mengutip Dalai Lama, sehingga pada tahun tersebut pihak perusahaan asal Jerman itu  mengeluarkan permintaan maaf.

Editor : Hadits Abdillah