Indonesia Belum Temukan Kasus Cacar Monyet, Begini Respons Epidemiolog

Muhammad Sukardi
Selasa 09 Agustus 2022 20:48 WIB
Indonesia Belum Temukan Kasus Cacar Monyet, Begini Respons Epidemiolog
Indonesia Belum Temukan Kasus Cacar Monyet, Begini Respons Epidemiolog. (Foto:celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Pemerintah Indonesia hingga saat ini belum mengkonfirmasi kasus cacar monyet di Tanah Air. Kabar terbaru terkait pasien suspek di Jawa Tengah dinyatakan negatif monkeypox. Hal tersebut disampaikan langsung Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril.

"Pasien suspek cacar monyet di Jawa Tengah hasil PCR menunjukan negatif. Artinya, pasien discarded cacar monyet," kata Syahril.

Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia dr Retno Asti di sisi lain menjelaskan bahwa karena hingga saat ini kasus cacar monyet tidak ada, itu artinya jika suatu hari kasus ditemukan di satu wilayah, maka wilayah itu otomatis ditetapkan sebagai kawasan KLB.

"Satu saja dikonfirmasi cacar monyet di daerah tertentu, wilayah itu langsung ditetapkan kawasan KLB atau kejadian luar biasa," ujar dr Asti di Webinar Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Selasa (9/8/2022).

Kalau itu terjadi, langkah pertama yang akan dilakukan adalah memastikan kasus suspek dan probable dari temuan kasus konfirmasi cacar monyet. Langkah ini dilakukan untuk segera memutus penyebaran virus monkeypox di wilayah tersebut. Tes laboratorium PCR akan dilakukan kepada mereka yang kontak dekat dengan pasien konfirmasi. Jika dari kontak dekat itu ada yang bergejala, mereka akan dikategorikan sebagai suspek dan probable.

"Karantina akan diberlakukan pada kontak dekat yang bergejala selama 21 hari. Kalau hasil lab-nya keluar dan dinyatakan negatif, kontak dekat itu statusnya discarded cacar monyet," kata dr Asti.

Semua kejadian harus dilaporkan ke puskesmas, yang mana dari puskesmas akan dilanjutkan ke dinas kesehatan daerah baru diteruskan ke pusat, yang pada akhirnya dilaporkan ke Kementerian Kesehatan. Laporan dari puskesmas ke dinas kesehatan daerah sudah harus disampaikan kurang dari 1x24 jam setelah kasus didapati.

"Selama masa identifikasi kasus, kontak dekat sekalipun tidak bergejala tidak diperkenankan untuk donor darah, sel, organ tubuh, jaringan, ASI, maupun air mani," tutur dr Asti.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra