Ini Penjelasan Kenapa Tak Ada Peringatan Dini Erupsi Gunung Semeru dan Warga Tak Merasakan Bakal Terjadi Letusan

Arif Budianto
Minggu 05 Desember 2021 13:56 WIB
Ini Penjelasan Kenapa Tak Ada Peringatan Dini Erupsi Gunung Semeru dan Warga Tak Merasakan Bakal Terjadi Letusan
Warga Tak Merasakan Bakal Terjadi Letusan. (Foto: RCTI Plus/Jatim Times)

BANDUNG, celebrities.id - Erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) mengejutkan banyak pihak, karena kejadiannya tiba-tiba tanpa didahului adanya aktivitas alam. 

Menanggapi hal itu, ahli Vulkanologi Institut Teknologi Bandung (ITB) Mirzam Abdurrachman memberikan penjelasan peristiwa tersebut.

Menurut dia, material aliran lahar yang terjadi di Gunung Semeru merupakan akumulasi dari letusan sebelumnya yang menutupi kawah gunung tersebut. 

“Terkikisnya material abu vulkanik yang berada di tudung gunung tersebut membuat beban yang menutup Semeru hilang sehingga membuat gunung mengalami erupsi,” katanya dalam siaran pers, Minggu (5/12/2021).

Menurut Mirzam, saat terjadi erupsi warga cenderung tidak merasakan adanya gempa, akan tetapi tetap terekam oleh seismograf. Hal ini disebabkan oleh sedikitnya material yang berada di dalam dapur magma. Ini sejalan dangan laporan Magma Indonesia, visual letusan tidak teramati akan tetapi erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 5160 detik. 

Dia menjelaskan, kenapa Gunung Semeru bisa meletus. Ada tiga hal yang menyebabkan gunung api bisa meletus. Pertama karena volume di dapur magmanya sudah penuh, kedua karena ada longsoran di dapur magma yang disebabkan terjadinya pengkristalan magma, dan yang ketiga di atas dapur magma.

“Faktor yang ketiga ini sepertinya yang terjadi di Semeru, jadi ketika curah hujannya cukup tinggi, abu vulkanik yang menahan di puncaknya baik dari akumulasi letusan sebelumnya, terkikis oleh air, sehingga gunung api kehilangan beban. Sehingga meskipun isi dapur magmanya sedikit yang bisa dilihat dari aktivitas kegempaan yang sedikit (hanya bisa diditeksi oleh alat namun tidak dirasakan oleh orang yang tinggal di sekitarnya), Semeru tetap bisa erupsi,” tuturnya.

 

1
/
2