Ini Penjelasan Mengapa Omicron Sebabkan Sakit Kepala ketimbang Varian Lain

Rizky Pradita Ananda
Sabtu 15 Januari 2022 00:42 WIB
Ini Penjelasan Mengapa Omicron Sebabkan Sakit Kepala ketimbang Varian Lain
Gejala umum pasien Omicron adalah sakit kepala dan pilek. (Foto: Reuters)

JAKARTA, celebrities.id - Varian Omicron yang menjadi kecemasan masyarakat dunia saat ini hadir dengan gejala yang spesifik, berbeda dari varian virus Corona lainnya.

Omicron disebutkan hadir dengan satu gejala khusus yang terus muncul pada penderitanya, yakni sakit kepala. Data awal dari Inggris yang diterbitkan di BMJ mencantumkan sakit kepala sebagai salah satu gejala Omicron yang paling umum, bersama dengan pilek dan kelelahan.

Data Washington State Department of Health yang dirilis pekan lalu, memperlihatkan sakit kepala ini menjadi gejala yang banyak dilaporkan oleh para pasien positif Omicron. 

Sebanyak 65 persen pasien dilaporkan mengalami sakit kepala, menjadikan sakit kepala jadi gejala paling umum yang dideteksi oleh departemen kesehatan pada orang dengan varian tersebut.

Sakit kepala sendiri sebelumnya sudah dimasukkan sebagai salah satu gejala paling umum dari orang yang positif Covid-19 oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Namun yang menjadi catatan, daripada varian Delta dan varian mutasi lainnya, sakit kepala lebih banyak dialami oleh para pasien Omicron. Dr. Amesh A. Adalja, M.D., pakar penyakit menular dari Johns Hopkins Center for Health Security menyebutkan, sakit kepala ini dipicu virus pernapasan.

“Banyak virus pernapasan, termasuk Covid-19 menyebabkan sakit kepala,” kata Amesh, seperti dikutip Yahoo News, Sabtu (15/1/2022).

Dokter Amesh menambahkan, karena gejala Omicron secara umum lebih ringan daripada varian sebelumnya terutama pada orang yang sudah divaksin dosis lengkap, kemungkinan inilah yang membuat gejala seperti sakit kepala lebih terlihat daripada saat hantaman gelombang  varian sebelumnya.

Jika dikaitkan dengan varian Omicron, para dokter menilai banyak faktor yang melatarbelakangi. Salah satu contohnya, rasa sakit di kepala ini bisa sebagai tanda tubuh sedang mengalami reaksi inflamasi.

“Umummya ini adalah bahwa tubuh Anda mengalami reaksi peradangan saat melawan virus. Sakit kepala, bersama dengan kelelahan, demam, dan tanda-tanda lainnya adalah bagian dari kompleks gejala peradangan itu,” kata Dr. William Schaffner, M.D., dokter spesialis penyakit menular dan profesor di Vanderbilt University School of Medicine.

 

1
/
2