Ini Perbedaan Sakit Maag dan Gerd, Jangan Sembarangan Mendiagnosis

Kiki Oktaliani
Selasa 20 September 2022 23:34 WIB
Ini Perbedaan Sakit Maag dan Gerd, Jangan Sembarangan Mendiagnosis
Ini Perbedaan Sakit Maag dan Gerd, Jangan Sembarangan Mendiagnosis. (Foto: celebrities.id/Instagram @health.yell)

JAKARTA, celebrities.id - Banyak orang mengira maag dan Gerd ini merupakan dua jenis penyakit yang sama. Jika ditinjau dari segi gejala serta penanganannya memang hampir serupa, namun keduanya sangat berbeda.

Dokter Adeline Intan Pratiwi Pasaribu, SpPD melalui Live Instagram Okezone, Selasa (20/9/2022) menerangkan bahwa maag merupakan sindrom dispepsia yaitu kumpulan gejala yang memiliki gejala utama nyeri di ulu hati. keadaan atau kondisi yang menyebabkan oleh rasa tidak nyaman di bagian lambung dan didasari seperti adanya luka atau infeksi, hingga tumor di bagian lambung.

Gastroesophageal reflux disease atau GERD ini berbeda dengan maag dimana gerd menyebabkan refluks atau aliran balik naiknya isi dan asam lambung sehingga hal tersebut menyebabkan lidah terasa pahit. Maag dan Gerd ini memang memiliki dua gejala inbetween atau serupa. Sehingga ketika seseorang mengalami gejala yang ada disarankan untuk tidak melakukan self diagnosed dan memeriksakan diri ke dokter.

Gejalanya seperti kembung, cepat kenyang ketika makan dalam porsi tertentu. Meskipun maag dan gerd juga menunjukan gejala nyeri pada perut, kamu bisa membedakannya dimana Gerd memiliki tanda khas yaitu refluks dan heart burn. Sedangkan untuk maag sendiri adalah rasa nyeri di ulu hati yang terletak di tengah-tengah perut bagian atas.

Terdapat dua faktor yang memicu terjadinya sakit Gerd yaitu faktor dari dalam maupun luar. Untuk faktor dari dalam meliputi genetik, seseorang dengan berat badan berlebih, atau penderita diabetes. yang juga dialami oleh penderita maag.

Sedangkan faktor dari luar yang berpengaruh adalah gaya hidup seseorang. Untuk menghindari sakit maag atau Gerd, seseorang perlu menjaga gaya hidup yang sehat. Berikut adalah beberapa faktor dari luar yang dapat memicu gerd atau maag seperti

  1. Merokok
  2. Alkohol
  3. Berat badan berlebih, serta
  4. Memperhatikan pilihan makanan yang dikonsumsi dengan menghindari kafein, serta mengandung lemak tinggi, karena hal inu dapat merangsang timbulnya maag atau gerd.

Sehingga untuk mencegah munculnya maag atau gerd ini dapat dilakukan dengan mengatur pola makan serta memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra