Ini Sejarah Awal Munculnya Tradisi Kirim Parcel, Kini Diikuti Para Milenial  

Vania Ika Aldida
Kamis 13 Mei 2021 17:08 WIB
Sejarah awal munculnya tradisi kirim parcel. (Foto: celebrities.id/MNC)

JAKARTA, celebrities.id - Jelang perayaan Lebaran, masyarakat Indonesia kerap mengirimkan parcel atau biasa disebut hamper dan hantaran kepada orang-orang terdekat, termasuk kolega bisnis. Tradisi tukar menukar parcel semakin marak dan diikuti juga para milenial.

Rupanya, tradisi tukar menukar parcel merupakan bagian dari perjalanan sejarah dan kebudayaan bangsa Indonesia. Menurut sejarawan kuliner Universitas Padjadjaran, Fadly Rahman, M.A., tradisi tersebut merupakan gabungan dari kebudayaan prakolonial dan kolonial.

"Tradisi ini memang khas menunjukkan kerukunan masyarakat agraris di Nusantara," ujar Fadly Rahman, Kamis (13/5/2021)

Berbeda dengan saat ini, yang mana masyarakat mengirimkan kue khas Eropa seperti putri salju, kastengels, hingga nastar, seperangkat piring, hingga kopi literan kepada kerabat dan orang-orang terdekat, masyarakat prakolonial dahulu justru mengirimkan makanan tradisional seperti dodol, rengginang, hingga wajit. Di masa kerajaan, rakyat biasa mengirimkan upeti berupa makanan dan bahan pangan sebagai bentuk syukur pada penguasa.

 

1
/
2