Inilah Sosok Santi Warastuti, Ibu yang Minta Ganja Dilegalkan untuk Pengobatan Anak Penderita Cerebral Palsy

Erfan Erlin
Kamis 30 Juni 2022 15:46 WIB
Inilah Sosok Santi Warastuti, Ibu yang Minta Ganja Dilegalkan untuk Pengobatan Anak Penderita Cerebral Palsy
Sosok Santi Warastuti, Ibu asal Sleman yang minta ganja dilegalkan untuk pengobatan sang anak. (Foto: dok. Santi Warastuti)

SLEMAN, celebrities.id - Santi Warastuti seorang ibu asal Kabupaten Sleman mendadak viral. Pasalnya, dirinya dengan lantang membawa poster menyuarakan suara hatinya agar ganja untuk keperluan medis dilegalkan. Sebab, anaknya membutuhkan ganja untuk pengobatan.

Santi Warastuti nekat datang ke Car Free Day (CFD) di Jakarta. Dia nekat datang agar mendapat perhatian dari khalayak umum sebab isi surat yang dua tahun lalu dia tujukan kepada MK serasa tak bertepuk sebelah tangan. Sebab sudah dua tahun, surat tersebut tak kunjung dapat kejelasan dan kepastian.

Dua tahun berjuang demi nasib buah hatinya agar mendapatkan perawatan medis yang dia butuhkan. Langkah perjuangannya semakin disorot setelah kehadirannya di CFD ditangkap dan disebarluaskan oleh Artis Andien Aisyah Haryadi lewat media sosialnya.

Warga Karangwetan, Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Sleman ini nekat menyuarakan tuntutannya secara terbuka bukan serta merta saja. Sebab, selama ini dia sudah mondar-mandir ke rumah sakit untuk memperjuangkan kesembuhan anaknya.

Pika, anaknya merupakan salah satu penderita Celebral Palsy awalnya harus rutin berobat ke RSUP dr.Sardjito. Namun karena jarak yang jauh dari rumah di Berbah Sleman, maka pengobatan Pika bergeser ke RSI PDHIY, Kalasan.

"Karena alasan biaya mobilitas, maka kami cari tempat yang terdekat dari rumah untuk konsultasi bulanan, terapi, kontrol. Baru ketika kondisi anaknya ngedrop di Sardjito," tuturnya, Kamis (30/6/2022).

Berkali-kali dia pindah rumah sakit untuk memperjuangkan kesembuhan anaknya. Namun, ada rumah sakit yang tidak bisa menggunakan BPJS Kesehatan, maka dia kemudian pindah lagi. Sesekali dia harus mendatangi rumah sakit tempat dokter praktek.

Dia mengungkapkan langkah nekatnya datang ke Jakarta membawa poster tuntutan adalah langkah seorang ibu yang sedang mengusahakan yang terbaik untuk anaknya. Hal tersebut menjadi bentuk ikhtiarnya bagi buah hatinya, yang divonis cerebral palsy sejak 2015 itu.

"Saya serahkan pada Tuhan, kelak saya ditanya Tuhan nanti kamu sudah lakukan apa buat anak kamu? Saya jadi punya jawabannya," tuturnya.

 

1
/
2