Intip Keberadaan Sepeda Tinggi di Indonesia, Jadi Satu-satunya di Dunia

Laras Dwi Sasmita
Rabu 22 Juni 2022 20:07 WIB
Intip Keberadaan Sepeda Tinggi di Indonesia, Jadi Satu-satunya di Dunia
Komunitas sepeda tinggi di Yogyakarta. (Foto: celebrities.id/Instagram @tallbike_yk)

YOGYAKARTA, celebrities.id - Hampir seluruh dunia memiliki sepeda, namun tahukah Celeb Hitz jika ada satu jenis sepeda, yakni sepeda tinggi yang hanya ada di Indonesia dan cuma satu-satunya di dunia.

Indonesia memiliki keberagaman budaya yang unik di setiap daerahnya. Salah satunya keberadaan sepeda tinggi yang hanya ada di Yogyakarta. 

Terdapat banyak komunitas sepeda tinggi di Yogyakarta salah satunya Pit Dhuwur atau sepeda tinggi. "Pit" dalam Bahasa jawa artinya sepeda, dan “dhuwur” artinya tinggi. 

Menariknya sepeda tinggi ini memiliki filosofi yang mendalam terkait kehidupan yang mengajarkan untuk tetap rendah hati. 

Melansir berbagai sumber, Rabu (22/6/2022) berikut sejarah dan filosofi sepeda tinggi yang ada di Yogyakarta. 

1. Sejarah Sepeda Tinggi 

Kemunculan adanya sepeda tinggi atau Pit Dhuwur Yogyakarta berawal dari 2006 silam. Setelah Gunung Merapi memuntahkan lava pijarnya dan seiring dengan kebangkitan trauma serta ekonomi warga, Pit Dhuwur ini muncul.

Pertama kali muncul mereka hanya beranggotakan 10 orang yang masing-masing orang memiliki sepeda tinggi mulai dari tinggi 1-2 meter. Kemudian sejak kemunculan kampanye bersepeda di Yogyakarta, salah satunya Jogja Last Friday Ride (JLFR), pada 2010 kembali menghidupkan komunitas tersebut. 

Keberadaan sepeda tinggi di Yogyakarta semakin tenar hingga kini beranggotakan sekira 200 orang yang kebanyakan berada di wilayah Bantul. Meski memiliki hampir 200 anggota, tidak semuanya memiliki sepeda tinggi ada juga sepeda jenis BMX atau sepeda gunung.

2. Bangun Filosofi Untuk Tetap Rendah Hati 

Awal mula kemunculan sepeda tinggi memang diperuntukan untuk hiburan namun lambat laun muncul folosofi bahwa mengayuh sepeda tinggi bukan berarti pamer melainkan untuk melihat keadaan disekitar dengan sudut pandang yang lebih luas. Harapannya, pengendara lebih bijak dan arif melihat situasi dan tetap merendah ketika berkumpul di tengah masyarakat.

Bersepeda bersama-sama dilakukan juga untuk menguatkan sikap gotong royong. Hal itu menjadi maksud agar generasi muda terutama anggota sepeda tinggi, memahami makna saling menguatkan dan menghormati satu sama lain.

Editor : Hadits Abdillah