Jadi Miliarder Dadakan, Ini yang Dilakukan Kakek Asal Klaten 

Icon CameraSaiful Efendi
Selasa 21 September 2021 23:22 WIB
Jadi Miliarder Dadakan, Ini yang Dilakukan Kakek Asal Klaten 
Warga terdampak Jalan Tol Solo-Yogyakarta di Desa Beku, Kecamatan Karanganom saat proses penerimaan UGR di gedung pertemuan setempat. (Foto: MPI/Saiful Efendi)

KLATEN, celebrities.id - Beberapa waktu lalu warga Desa Beku, Kecamatan Karanganom, mendadak jadi miliarder karena telah menerima pemberian uang ganti rugi (UGR) Jalan Tol Solo-Yogyakarta pada Kamis (16/9) siang di gedung pertemuan desa setempat. Mereka telah merencanakan UGR untuk membeli kos hingga rumah baru.

Salah satu warga terdampak Jalan Tol  Paiman (67), mendapatkan UGR sekitar Rp6 miliar atas enam bidang tanahnya berupa pekarangan rumah 2 dan lahan pertanian Rp4 miliar sawah dua patok yang terdampak Jalan Tol Solo-Yogyakarta. Dia rencanakan untuk dibelikan dua rumah serta dibagikan kepada ahli waris.

“Sudah beli dua rumah jadi harganya sekitar Rp600 juta dan Rp500 juta. Sedangkan lainnya nanti akan dibagi-bagi ke-12 saudara yang lain,” ucap warga Desa Beku tersebut.

Dia mengatakan, meski sudah memiliki rumah pengganti di Desa Beku juga tetapi belum ditempatinya. Rumahnya yang direncanakan terlintasi Jalan Tol Solo-Yogyakarta masih ditempatinya sampai saat ini.

“Kalau saya memilih untuk dibelikan rumah lagi. Soalnya rumah saya kena terdampak tol. Jika dibelikan lahan pengganti rasanya tidak cukup,” ucap Paiman.
Dia mengaku ada perasaan suka dan duka setelah menerima uang tersebut, senangnya saya bisa membelikan anak rumah dan dukanya katena pekerjaan saya hilang karena dia tak punya lagi sawah untuk dikerjakan.

Sementara itu, Kepala Desa Beku, Alex Bambang Wijanarko menjelaskan di wilayahnya yang terdampak jalan tol terdapat 69 bidang. Dari jumlah itu 20 bidang di antaranya merupakan tanah kas desa (TKD).

“Ada pun yang terdampak jalan tol seperti rumah, lahan pertanian, makam dan mushola. Sudah  banyak warga kami yang down payment (DP) untuk beli rumah. Terutama bagi warga yang rumahnya terkena, rata-rata juga masih di Desa Beku,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, hingga proses warganya yang terdampak tol menerima UGR tidak ada gejolak yang berarti. Seluruhnya dilalui dengan lancar. Sedangkan proses pencarian lahan pengganti untuk TKD sudah digelar musyawarah desa pertama.

Editor : Mohammad Saifulloh