Jangan Anggap Remeh, Covid-19 Varian Delta Bisa Menular dalam Hitungan Detik

Binti Mufarida
Sabtu 26 Juni 2021 16:20 WIB
Virus corona varian Delta jauh lebih berbahaya. (Foto: celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Virus Covid-19 semakin merajalela. Kini ada varian baru, yaitu Varian Delta yang berasal dari India. Virus ini bisa menular hanya hitungan detik. Bahkan, bisa menginfeksi hanya dengan berpapasan saja.

“Banyak pertanyaan kepada saya soal Varian Delta yang bisa menginfeksi hanya dengan berpapasan dalam hitungan detik. Apakah itu lelucon? Masa iya hanya beberapa detik berpapasan dengan orang lain bisa terinfeksi?” kata Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban lewat akun media sosial pribadinya, dikutip, Sabtu (26/6/2021).

Zubairi mengatakan kabar bahwa Varian Delta bisa menular hanya hitungan detik bukan candaan. Dia mengatakan penularan dalam hitungan detik Varian Delta ini telah diselidiki oleh pemerintah Australia atas kejadian di Bondi Junction Westfield.

“Yang jelas, transmisi cepat dari Varian Delta bukan candaan. Itu adalah hasil tracing di Australia untuk kasus-kasus baru. Mereka menyelidiki penularan yang terjadi di Bondi Junction Westfield, sebuah pusat perbelanjaan, yang menunjukkan bagaimana cepatnya penularan Varian Delta. Hal itu yang menjadi konsern para ahli, apalagi kejadiannya tidak terjadi sekali saja di sana,” ucap Zubari.

 

Oleh karena itu, Zubairi mengatakan bahwa pemerintah Australia telah mengingatkan jika penularan virus Covid-19 Varian Delta tidak butuh waktu 15 menit, bisa hitungan detik. “Makanya pejabat kesehatan Australia mengingatkan bahwa penularan virus tidak lagi butuh waktu hingga 15 menit, tapi dimungkinkan bisa dalam hitungan detik,” katanya.

Lalu, bagaimana transmisi kontak sekilas itu bisa terjadi? “Ahli virologi Universitas Griffith Lara Herrero mengatakan, dalam momen transmisi yang terekam di CCTV itu, virus didapati bertahan di udara cukup lama sehingga seseorang bisa menghirupnya dan terinfeksi,” tutur Zubairi.

“Transmisi kontak sekilas ini telah didukung oleh pernyataan-pernyataan beberapa tokoh. Termasuk Menteri Kesehatan New South Wales Brad Hazzard dan juga ahli epidemiologi dunia Eric Feigl-Ding,” kata Zubairi.

Zubairi pun mengingatkan bahwa Varian Delta bisa menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi di beberapa negara termasuk Indonesia.  “Itu dulu yang bisa saya sampaikan. Dus, secara global, Varian Delta memang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi di beberapa negara, termasuk Indonesia. Kabar baiknya, sebagian besar vaksin yang beredar, masih bisa bekerja melawan Varian Delta ini,” katanya.

Editor : Endang Oktaviyanti