Jangan Sepelekan Kesehatan Kulit, Dokter: Pertahanan Pertama dari Serangan Virus

Laras Dwi Sasmita
Jumat 01 Oktober 2021 00:01 WIB
Jangan Sepelekan Kesehatan Kulit, Dokter: Pertahanan Pertama dari Serangan Virus
Menjaga kulit tetap sehat agar tubuh tak mudah terserang virus. (Foto: celebrities.id/Boldsky)

JAKARTA, celebriteis.id - Menjaga kesehatan microbiome ternyata memiliki peran yang sanat penting untuk kesehatan kulit. Berbagai faktor seperti polusi, sinar UV, stres, hingga hormon ternyata dapat merusak kulit dan menyebabkan hilangnya keseimbangan microbiome tersebut.

Microbiome merupakan ekosistem mikroorganisme yang ada pada tubuh manusia. Pada tubuh terdapat 57 persen microbiome yang ternyata memiliki peran penting dalam mendapatkan kulit yang sehat dan juga awet muda. Maka kulit sehat identik dengan skin microbiome yang seimbang.   

Namun, menurut dr. Arini Widodo Sp.KK kebanyakan orang pada saat ini masih menyepelekan atau tidak menganggap penting microbiome. Padahal kecantikan yang dimiliki pada kulit berasalkan dari microbiome yang seimbang dan terjaga dengan baik.

"Microbiome awalnya banyak disepelekkan padahal ini penting banget terutama untuk barier kulit, perlu mengetahui bahwa sebenarnya kulit kita yang terlihat cantik tapi sebenarya kulit kita itu kerjanya keras banget," kata dr. Arini Astasari Widodo Sp.KK ketika ditemui wartawan melalui virtual, pada Kamis (39/9/2021).

"Jadi misalnya kita keluar terkena sinar matahari, kena polusi, virus bakteri semuanya kulit kena duluan. Jadi sebenarnya kulit adalah pertahaan pertama dari seluruh organ tubuh," katanya.

dr. Arini Widodo Sp.KK megungkapkan bahwa langkah wajib yang perlu dilakukan untuk menjaga keseimbangan microbiome yakni menghindari pembersih kecantikan yang memiliki kandungan PH tinggi. Karena hal tersebut ternyata dapat mematikan dan merusak mikroorganisme tersebut.

"Kita harus hindari beberapa ingridient yang dapat merusak habitat dari tempat hidup mikroorganisme itu jadi misalkan kaya alkhohol tinggi, kita pakai sabun ph tinggi, kandungan detergen tinggi itu harus dihindari," ucapnya.

Lalu yang harus diwaspadai yakni mengexfoliasi kulit secara berlebihan ungkap dr. Arini Widodo Sp.KK. Hal ini ternyata terkadang tidak disadari terlebih ketika terlalu sering menggunakan scrub. Over exfoliating dapat membuat kulit menjadi memerah, kulit menjadi sangat kering, bersisik, hingga muncul ruam.

"Terus hati-hati kita yang sering membuat over exfoliating, jadi kita kadang-kadang exfoiliasinya berlebihan, terus terlalu banyak pakai scrub," tutur dr. Arini Widodo Sp.KK.

Kemudian bagian terpenting dengan rutin menggunakan skincare terlebih moisturizer dan sunscreen. Bagi  dr. Arini Widodo Sp.KK kulit lembab dapat menjaga pertahanan kulit menjadi lebih kuat, lalu sunscreen dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV.

"Pada dasarnya skincare yang perlu saut kita pakai cleanser yang lembut yang ngga merusak kulit, terus kita harus tetep pakai moisturizer karena kalau kita kulitnya lembab ini akan lebih awet chemicalnya, lalu tetap gunakan sunscreen karena bahwa UV juga bia merusak kulit," ujarnya.

Editor : Dhita Seftiawan