Jawa Barat Masuk Daftar KLB Campak, Sumbang 508 Kasus 

Icon CameraAgung Bakti Sarasa
Selasa 24 Januari 2023 19:21 WIB
Jawa Barat Masuk Daftar KLB Campak, Sumbang 508 Kasus 
Jawa Barat sumbang 508 kasus campak pada 2022. (Foto: Shutterstock/Okezone)

JAWA BARAT, celebrities.id - Sepanjang 2022, kasus suspek campak di Provinsi Jawa Barat mencapai 1.943 kasus. Dari angka tersebut, 508 kasus di antaranya dinyatakan positif berdasarkan hasil akhir pemeriksaan.

Ketua Tim Surveilens dan Imunisasi, Dinkes Jawa Barat, dr Dewi Ambarwati mengatakan untuk data di awal tahun ini pihaknya belum mendapatkan update terbaru.

"Itu data dari 2022 ada 1.943 kasus suspek, kalau yang positif 508 kasus, awal tahun belum dapat laporan paling akhir bulan ini," ucap Dewi saat dihubungi, Selasa (24/1/2023).

Menurutnya, tingginya angka kasus suspek campak di Jawa Barat ini salah satunya disebabkan karena minimnya imunisasi. Menurutnya, kondisi itu menjadi pemicu penularan dan peningkatan kasus campak di Jawa Barat. 

"Campak itu harusnya sudah didapatkan sejak usia anak sembilan bulan, 18-24 bulan dan diberikan lagi kelas 1 SD pada bulan imunisasi anak sekolah," ucapnya. 

Kendati demikian, pihaknya mengklaim jika imunisasi campak rubella di 27 kabupaten atau kota di Jawa Barat tergolong sudah bagus.

"Tapi harus dipastikan cakupan hingga seluruh desa, kelurahan dan ini penyebabnya virus campak itu sendiri mudah menularnya, drop late infeksi percikan dahak, batuk pilek itu mudah menular," katanya.

Karena itu, pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk bisa tertib dan rutin memberikan imunisasi anak sesuai anjuran pemerintah. Sebab, hal ini dapat meminimalisir terjadinya penyebaran kasus dan menekankan angka campak di Jawa Barat.

"Berikan hak anak kita dengan memberikan imunisasi secara lengkap, baik imunisasi dasar rutin, imunisasi lanjutan, dan imunisasi anak sekolah, jadi tidak hanya campak saja," tuturnya.

Diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan Jawa Barat masuk ke dalam daftar wilayah yang harus menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) menyusul banyaknya kasus yang terjadi sepanjang 2022.

Editor : Tia Ayunita

Follow Berita Celebrities di Google News