Jembatan Kaca Bakal Dibangun di Bromo, View-nya Keren Membelah Jurang 

Avirista Midaada
Minggu 06 Juni 2021 14:53 WIB
Proyek jembatan kaca di kawasan Bromo diprakarsai Kementerian PUPR dan Kemenparekraf. (Foto: MPI/Avirista Midaada)

MALANG, celebrities.id - Jembatan kaca bakal dibangun untuk mempercantik kawasan Wisata Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur.

"Instruksi pak Menteri membuat semacam mercusuar masterpiece wisata yang lain dari yang lain. Calon lokasi sudah disurvei bulan Januari 2021. Dari titik PUPR lokasi utamanya di luar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Seruni Poin, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo," ucap Plt Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) Novita Kusuma Wardani.

Proyek  jembatan kaca ini diprakarsai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Bina Marga atas instruksi bersama Menteri Pariwisata Sandiaga Uno dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Selain menambah estetika, jembatan kaca ini diharapkan menjadi solusi untuk memecah kerumunan. Lantaran kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kerap melebihi kapasitas jumlah kunjungan wisatawan.

"Jembatannya melintas di atas jurang di TNBTS, view-nya Gunung Batok, Bromo, Semeru. Pemecahan kunjungan Penanjakan sudah overload, di samping atraksinya berbeda, juga bisa jadi lokasi lain melihat keindahan," terang Novita.

Status sebagai taman nasional membuat pengelola sebelumnya harus berkonsultasi  dengan sejumlah masyarakat adat Tengger hingga pelaku wisata. Lantaran lokasi awal melintasi sebuah gua yang kerap digunakan masyarakat adat untuk beribadah. Skema bangunan jembatan kaca pun diubah dan tercapailah kesepakatan dengan seluruh pihak terkait.

“Secara konservasi pun kami pastikan aman. Justru jembatan kaca ini melintas di atas kawasan Bromo Tengger Semeru yang nantinya meminimalisir interaksi dengan kawasan Bromo Tengger Semeru. Pintu utamanya di luar kawasan Bromo Tengger Semeru, termasuk itu rencana jembatan kaca di Kabupaten Probolinggo," tutur Novita.

Berbekal izin tersebut, pihak TNBTS membuka kesempatan serupa bagi Pemkab Malang yang juga menjadi titik masuk wisata Bromo Tengger. Tentunya dengan didahului dengan proses  uji sampel zonasi.

 “Sehingga ketika dibahas di pusat, syarat dan ketentuannya harus ada kajian, apakah lokasi ini cocok dilakukan pembangunan, kalau cocok ada proses selanjutnya yang harus dilalui," ujar Novita.

Editor : Mohammad Saifulloh