Jika PPKM Dicabut Apakah Otomatis Pandemi Berubah Jadi Endemi? Ini Penjelasan Kemenkes

Kevi Laras
Jumat 03 Juni 2022 18:16 WIB
Jika PPKM Dicabut Apakah Otomatis Pandemi Berubah Jadi Endemi? Ini Penjelasan Kemenkes
Jika PPKM Dicabut Apakah Otomatis Pandemi Berubah Jadi Endemi? Ini Penjelasan Kemenkes. (Foto: celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Isu pencabutan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level satu di seluruh Indonesia, menarik perhatian publik. Melihat adanya pelonggaran ini, masyarakat menganggap Indonesia sudah siap beralih ke fase endemi.

Terkait anggapan tersebut, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan penjelasan jika negara tidak bisa memutuskan sendiri, terkait perlalihan fase dari pandemi ke endemi.

"PPKM level satu itu kayak gini sebenarnya yang kita pantau dulu saja bagaimana transisi dari pandemi ke endemi. Jadi setiap negara tidak bisa memutuskan sendiri-sendiri ya," ujar Menkes Budi di Jakarta, Jumat (3/6/2022)

Menurutnya, keputusan harus bersama organisasi kesehatan dunia (WHO). Namun, secara pribadi, Budi mengaku tidak masalah adanya PPKM level satu. Dia menambahkan bahwa masyarakat masih bisa beraktivitas dengan baik. Peralihan ke Endemi adalah terciptanya pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam menangani atau bisa mencegah penularan Covid-19.

"Untuk mengambil keputusan sebaiknya kita bekerja sama dengan WHO. Di sana maksud dari endemi adalah di mana masyarakat sudah dapat mengontrol sendiri dan pemerintah tidak lagi mengimbau harus pakai apa. Jadi saya rasa saya pribadi tidak masalah level satu atau ada PPKM karena sudah bisa beraktivitas," katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro juga menegaskan jika wewenang yang mengubah status endemi ialah organisasi kesehatan dunia (WHO). Dengan melihat beberapa indikator, yang wajib dipenuhi untuk sebuah negara masuk fase endemi.

"Perlu kita harus ketahui, perubahan status pandemi ke endemi ini kan dilakukan oleh WHO. Nggak bisa Indonesia merubah status sendiri, sebabnya Covid-19 ini wabah di banyak negara ini kota sebut pandemi," ujar dr Reisa.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra