Jorge Lorenzo Kenang Rivalitasnya dengan Valentino Rossi, Senang Bisa Menang dengan Tunggangan Sama

Cikal Bintang Raissatria
Senin 15 Agustus 2022 07:25 WIB
Jorge Lorenzo Kenang Rivalitasnya dengan Valentino Rossi, Senang Bisa Menang dengan Tunggangan Sama
Jorge Lorenzo kenang berkompetisi dengan tandem sekaligus rivalnya, Valentino Rossi. (Foto: celebrities.id/Instagram @jorgelorenzo99)

PALMA, celebrities.id – Legenda MotoGP, Jorge Lorenzo mengenang rivalitasnya dengan Valentino Rossi kala masih aktif membalap. Lorenzo mengatakan cukup senang bisa mengalahkan Rossi dalam perebutan gelar dengan motor yang sama.

Diketahui, Lorenzo memang sudah pensiun dari MotoGP sejak 2019 silam. Setelah 11 tahun berkompetisi di MotoGP, mantan pembalap asal Spanyol itu berhasil meraih tiga gelar (2010, 2012, dan 2015).

Hebatnya, dua dari tiga gelar itu berhasil diraih ketika dirinya bersaing dengan legenda MotoGP lainnya, Valentino Rossi dengan menggunakan motor yang sama. Kala itu, Lorenzo memang satu tim dengan Rossi pada 2010 dan 2015.

Berbicara mengenai rivalitasnya dengan The Doctor -julukan Valentino Rossi, Lorenzo mengatakan senang bisa mengalahkan Rossi dengan menggunakan tunggangan yang sama. Rupanya, kalah secara popularitas jadi motivasi tersendiri bagi X Fuera -julukan Jorge Lorenzo.

“Sudah sulit (mengalahkan Rossi). Tanpa kepribadian saya yang kuat, dia mungkin akan mengalahkan saya secara psikologis karena Valentino memiliki semua perhatian. Semua orang mencintainya, dan ini membuat Anda merasa sangat kecil,” kata Lorenzo dilansir dari Motosan, Senin (15/8/2022).

“Tapi saya bertekad, dan begitu saya menurunkan visor (helm), satu-satunya tujuan saya adalah membuka throttle dan menang. Mengalahkan Rossi dengan motor yang sama memberi saya banyak kepuasan dan popularitas,” tuturnya.

Lebih jauh, Lorenzo juga berbicara mengenai momen sebelum dirinya meraih gelar terakhir pada 2015. Meski berhasil menjadi juara, Lorenzo mengaku tahun tersebut adalah musim yang sangat sulit.

“Tahun itu (2015) saya akan dengan mudah memenangkan gelar karena saya yang tercepat, tetapi pada hari balapan sesuatu selalu terjadi,” ujar Lorenzo.

“Seperti masalah dengan visor, hujan pada hari Minggu setelah akhir pekan yang kering di Silverstone. Jadi, terlepas dari kecepatannya, itu menjadi musim yang sulit,” tuturnya.

Editor : Lisvi Padlilah