Jumlah Penderita Gangguan Jiwa Melonjak Selama Pandemi, Tidak Siap Mental Lantaran Tabungan Habis

Erfan Erlin
Selasa 21 Juni 2022 21:35 WIB
Jumlah Penderita Gangguan Jiwa Melonjak Selama Pandemi, Tidak Siap Mental Lantaran Tabungan Habis
ODGJ meningkat selama pandemi Covid-19. (Foto: Mimpi.vip)

JAKARTA, celebrities.id - Angka orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) atau yang sekarang disebut Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) terus mengalami kenaikan. Bahkan akibat pandemi Covid-19 angka ODDP melonjak hingga dua kali lipat.

Project Manager Kesehatan Jiwa Masyarakat, Pusat rehabilitasi YAKKUM Siswaningtyas mengatakan meski belum mendapatkan data yang pasti dari Provinsi, namun berdasarkan komunikasi dengan Dinas Kesehatan di Kabupaten/Kota, angka ODDP melonjak dua kali lipat akibat pandemi. Banyak masyarakat tertekan psikologisnya selama pandemi.

"Kami melakukan pendampingan di 3 Kabupaten yaitu Sleman, Kulonprogo dan Gunungkidul. Semuanya melonjak," kata dia, saat mendampingi proses swabantu ODDP di Telaga Jonge, Selasa (21/6/2022) .

Selama pandemi, pihaknya membuka konseling secara online dan memang sebagian besar yang memanfaatkan layanan ini mengaku tertekan secara psikologis. Mereka tertekan dengan ketidakpastian kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.

Bahkan di Kulonprogo ada kecenderungan peningkatan dari warga yang lahan mereka tergusur Bandara YIA. Dimana mereka tidak siap mental, dari yang sebelumnya tidak memiliki apa-apa kemudian mendapatkan uang banyak dan akhirnya perlahan-lahan uangnya habis.

"Mental mereka belum siap sehingga banyak yang tertekan," kata dia.

Secara rutin Pusat Rehabilitasi YAKKUM yang bekerja sama dengan Desa, Kader, Puskesmas memfasilitasi Kelompok Swabantu (Self Helf Grup). Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung ODDP dan pendamping dalam meningkatkan pentingnya dukungan sosial serta memotivasi  keluarga dan masyarakat sekitar.

Hal ini sangat penting dalam peningkatan perawatan yang intensif untuk ODDP. Karena dukungan sosial keluarga memiliki pengaruh kepada keluarga yang meliputi pekerjaan/ aktivitas, emosi dan sosial serta pengaruh terhadap Orang Dengan Disabilitas Psikososial meliputi kemandirian, keterampilan sosial, aktivitas dan emosi.

Melalui Kelompok Swabantu pengelolaan diri dan melatih komunikasi ini harapannya ODDP (Orang Dengan Disabilitas Psikosial) dan keluarga dapat terbiasa mengkomunikasikan kebutuhan dan tanpa canggung menceritakan tentang keadaan yang dialami. 

"Pengelolaan diri yang akan dilakukan dalam kelompok swabantu ini adalah melalui gerak fisik, melatih keseimbangan melalui senam bersama atau gerak fisik, pengelolaan emosi dan kesabaran," ucap dia.

Untuk kegiatan kali ini, puluhan ODDP gabungan untuk 4 desa antara lain Desa Mulo, Karangrejek, Duwet dan Siraman bersama-sama melaksanakan Kelompok Swabantu di Telaga Jonge. Kegiatan ini juga melibatkan keluarga penderita ODDP.

Editor : Hadits Abdillah