Jumlah Penduduk yang Kurang Aktivitas Fisik Meningkat Selama Masa Pandemi, Waspada Bahaya Kerusakan Saraf

Leonardus Selwyn Kangsaputra
Selasa 21 Juni 2022 21:02 WIB
Jumlah Penduduk yang Kurang Aktivitas Fisik Meningkat Selama Masa Pandemi, Waspada Bahaya Kerusakan Saraf
Jumlah Penduduk yang Kurang Aktivitas Fisik Meningkat Selama Masa Pandemi, Waspada Bahaya Kerusakan Saraf. (Foto:celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Dalam rangka memperingati Neuropathy Awareness Week 2022, Kementerian Kesehatan dan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) memperkenalkan kampanye 'Feel Life' kepada masyarakat.

Kampanye ini terdiri dari simposium medis profesional kesehatan, edukasi publik dan kampanye media sosial, serta pemeriksaan gejala neuropati gratis melalui roadshow Neuropati Check Point (NCP).

Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Ditjen Kesmas, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Imran Agus Nurali, SpKO mengatakan berdasarkan Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2018, proporsi penduduk Indonesia yang kurang aktivitas fisik meningkat dari 26,1 persen pada 2013 menjadi 33,5 persen pada 2018.

"Artinya satu dari tiga orang menjalani gaya hidup sedentari dan hal ini berpotensi meningkat selama pandemi yang dapat berisiko terhadap penyakit tidak menular (PTM) termasuk kerusakan saraf. Peningkatan kasus PTM secara signifikan akan menambah beban masyarakat dan pemerintah, karena penanganannya membutuhkan banyak waktu, biaya besar dan teknologi tinggi," tutur dr. Imran, dalam acara 'Neuropathy Awareness Week', Senin 21 Juni 2022.

Lebih lanjut, dr. Imran Agus menjelaskan bahwa kampanye edukasi masyarakat dan deteksi dini PTM adalah cara yang paling efektif dan efisien untuk mengendalikan faktor risiko. Masyarakat diimbau untuk menjadikan CERDIK dan GERMAS sebagai bagian gaya hidup mereka.

"Kami juga percaya bahwa inisiatif dari pemangku kepentingan lainnya sangat penting untuk terus mengingatkan publik tentang masalah ini. Upaya ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk melakukan deteksi dini dan pengobatan neuropati yang tepat," tuturnya.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra