Kanker Ovarium Banyak Merenggut Nyawa, Yuk Kenali Faktor Risikonya 

Leonardus Selwyn Kangsaputra
Senin 31 Mei 2021 09:32 WIB
Kanker ovarium banyak merenggut nyawa wanita. (Foto: celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Kanker ovarium kerap mengintai para perempuan di seluruh dunia. Di Indonesia, penyakit ini menjadi penyebab kematian ketiga akibat kanker pada perempuan. Mirisnya kanker ovarium ini cenderung tidak memiliki gejala, sehingga agak sulit untuk mendeteksinya saat masih berada di stadium awal.

Spesialis Obsterti dan Ginekologi, dr. Pungky Mulawardhana, Sp,OG (K) membenarkan bahwa kanker ovarium memang jarang ditemukan pada stadium awal karena berkembang secara tersembunyi dan hampir tidak bergejala. Alhasil penyakit ini lebih sering ditemukan pada stadium lebih lanjut.

“Bila timbul gejala klinis umumnya merupakan akibat dari pertumbuhan perkembangan serta komplikasi yang sering timbul pada tingkat stadium lanjut. Saat keadaan sudah pada stadium yang lanjut kanker akan sulit untuk disembuhkan,” ujar dr. Pungky, dalam siaran pers ‘Kampanye 10 Jari – Deteksi Faktor Risiko dan Gejala Kanker Ovarium’, beberapa waktu lalu.

Jika sudah dalam kondisi lebih lanjut, maka pengobatan kanker ovarium menjadi lebih sulit dan terbatas untuk dilakukan. Padahal jika penyakit ini terdeteksi sejak dini, maka sekira 94 persen pasien dapat hidup lebih dari lima tahun setelah diagnosis.

“Operasi dan kemoterapi adalah penanganan yang umum dilakukan untuk kanker ovarium. Pada kanker ovarium stadium awal di mana penyakit ini masih terbatas di ovarium, penanganan dan pengobatan memiliki kemungkinan besar untuk berhasil,” lanjutnya.

 

1
/
2