Kasus Bayi di Jombang Viral, Begini Solusi Terbaik Proses Persalinan Menurut Dokter

Muhammad Sukardi
Rabu 03 Agustus 2022 23:47 WIB
Kasus Bayi di Jombang Viral, Begini Solusi Terbaik Proses Persalinan Menurut Dokter
Kasus Bayi di Jombang Viral, Begini Solusi Terbaik Proses Persalinan Menurut Dokter. (Ilustrasi:celebrities.id/Pixabay)

JAKARTA, celebrities.id - Belajar dari kasus bayi di Jombang, Jawa Timur, para orangtua diimbau harus tahu bahwa saat proses persalinan normal dipilih, ada banyak kemungkinan yang terjadi. Salah satunya mengetahui bahwa bahu bayi terlalu lebar sehingga mengganggu persalinan.

Jika kondisi bahu bayi terlalu besar, ada kemungkinan dokter akan mengambil tindakan pematahan tulang selangka bayi sehingga persalinan normal bisa diselesaikan. Terdengar menyeramkan memang, tapi tindakan tersebut adalah solusi terbaik untuk bayi dan sang ibu.

"Saat bayi diketahui bahunya terlalu lebar sehingga mengganggu persalinan normal, dokter kemungkinan akan mengambil tindakan pematahan bahu atau distosia bahu bayi," papar Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Bekasi Timur dr Nina Martini Somad, SpOG, pada MNC Portal, Rabu (3/8/2022).

Dijelaskan dr Nina, mematahkan tulang selangka bayi tidak akan membuatnya kehilangan nyawa. Tapi, keputusan ini membantu si bayi dapat dilahirkan secara normal tanpa menyakiti atau meningkatkan risiko keparah si ibu. Lagipula, kata dr Nina, tulang yang patah akan tersambung kembali dalam beberapa waktu, tentunya dengan pemantauan ketat dokter dan petugas medis lainnya. Artinya, dipastikan bayi akan ditempatkan di NICU usai dilahirkan.

Dokter Nina menjelaskan, sayangnya hingga saat ini tidak ada pemeriksaan khusus pada lebar bahu janin. Ini yang memungkinkan peristiwa bayi tersangkut saat persalinan normal terjadi. Tapi, ada tanda yang mungkin mengarah pada risiko bayi memiliki bahu lebar. Adalah ketika janin memiliki bobot di atas empat kg. Meski tidak spesifik pada ukuran bahu, tapi ini bisa jadi indikasi kalau ada risiko bayi memiliki bahu lebar.

"Kalau sudah diketahui bobot janin empat kilogram atau lebih, dokter biasanya akan menyarankan persalinan secara operasi caesar. Ini keputusan yang dianggap tepat demi keselamatan nyawa bayi dan ibunya," kata dr Nina.

Dia menyarankan agar rutin melakukan pemeriksaan janin selama proses kehamilan. Ini penting dilakukan salah satunya agar dokter dapat menentukan dengan tepat persalinan dengan cara apa yang terbaik untuk si ibu dan janinnya.

"Itu kenapa penting yang namanya USG saat kehamilan. Kalau diketahui ada potensi bayi berbobot lebih dari 4 kilogram, kami dokter biasanya menyarankan agar si ibu mengurangi asupan karbohidratnya. Ini agar bobot si bayi tidak semakin besar, karena bobot bayi tidak bisa dikurangi dengan cara apapun selain ibunya membatasi asupan karbohidrat," tuturnya.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra