Kasus Campak Melonjak di 2022, Dinkes DKI Beberkan Penyebab Utamanya

Icon CameraMuhammad Refi Sandi
Rabu 25 Januari 2023 19:51 WIB
Kasus Campak Melonjak di 2022, Dinkes DKI Beberkan Penyebab Utamanya
Kasus Campak Melonjak di 2022, Dinkes DKI Beberkan Penyebab Utamanya. (Foto:celebrities.id/ Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI, Ngabila Salama mengatakan kasus campak pada anak yang sempat melonjak di akhir 2022 disebabkan oleh imbas cakupan imunisasi campak rubella pada anak sempat menurun seiring pandemi Covid-19.

"Kasus (campak) di DKI Jakarta meningkat jadi 253 kasus 2022, karena surveilans dan cakupan imunisasi campak rubella menurun selama pandemi 2020-2022. Cakupan vaksin minimal 95 persen, DKI tidak tercapai target pada 2020 hanya 85 persen untuk baduta, 65 persen BIAS. 2021: 91 persen BIAS, 2022 91 persen baduta. Yang lainnya tercapai di atas 95 persen," kata Ngabila dalam keterangannya, Rabu (25/1/2023).

Ngabila menambahkan pada Desember 2022 tren kasus campak menurun. Selain itu dari 253 kasus tidak ada kasus kematian akibat campak tersebut.

"Pada bulan Desember sudah ada tren penurunan, sebelumnya mulai meningkat di Juli-November 2022. Belum ditemukan campak pada tahun 2023 di Jakarta. Tidak ada kematian pada 253 kasus campak di Jakarta semua didiagnosis dini dari hasil tracing teman-teman puskesmas," ucapnya.

Lebih lanjut, Ngabila mengatakan kasus positif campak banyak ditemukan di wilayah padat penduduk hingga cakupan imunisasi rendah.

"Campak positif banyak ditemukan pada daerah cakupan imunisasi rendah, wilayah padat penduduk, sanitasi dan gizi kurang, banyak suspek diperiksakan lab darah campak (surveilans dan tracing berjalan baik), dan wilayah perbatasan dengan Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Debotabek)," tuturnya.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra

Follow Berita Celebrities di Google News