Kasus Covid-19 Tembus 54 Ribu Sehari, Dokter Relawan: Rendahnya Kedisiplinan Prokes 

Leonardus Selwyn Kangsaputra
Sabtu 17 Juli 2021 17:55 WIB
Harga dari vaksinasi berbayar sebesar Rp879.140 untuk dua dosis vaksin Sinopharm. (Foto: Freepik.com)

JAKARTA, celebrities.id - Belum lama ini beredar kabar bahwa ada ketidakwajaran di balik meledaknya kasus Covid-19 yang terjadi di Tanah Air. Kabar tersebut mempertanyakan penyebab ledakan utama ledakan Covid-19, padahal program vaksinasi Covd-19 yang dilakukan pemerintah terus berjalan.

Tentunya kabar tersebut tak sedikit membuat masyarakat menjadi bingung dan mempertanyakan mengenai situasi yang terjadi saat ini. 

Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i lewat unggahan video di akun [email protected], Sabtu (17/7/2021), menjelaskan bahwa lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia terjadi bukan karena program vaksinasi yang tidak efektif. Ledakan ini terjadi disebabkan karena faktor perilaku manusia yang tidak tertib.

Fajri juga menjelaskan mengenai program vaksinasi yang banyak dikaitkan dengan ledakan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Menurutnya, vaksin tidak serta merta membuat orang langsung menjadi kebal terhadap suatu penyakit. Vaksin melatih sistem imun tubuh untuk mengenali virus dan mempersiapkan senjata antibodi serta sel imun lainnya sebelum serangan virus selanjutnya terjadi, tanpa orang tersebut harus merasakan sakit alami terlebih dulu.

“Saat virus menyerang di kemudian hari, antibodi bersama sel imun lain yang sudah terbentuk sebelumnya akan dengan cepat menurunkan jumlah virus sehingga gejala yg ditimbulkan akan lebih ringan serta risiko penularan, rawat inap dan kematian juga akan menurun,” terang dr. Fajri dalam unggahannya.

 

1
/
2