Kasus Polisi Banting Mahasiswa, Kompolnas: Tak Boleh Ada Kekerasan Berlebihan

Carlos Roy Fajarta
Kamis 14 Oktober 2021 15:25 WIB
Kasus Polisi Banting Mahasiswa, Kompolnas: Tak Boleh Ada Kekerasan Berlebihan
Video polisi banting mahasiswa viral di media sosial. (Foto: Twitter)

JAKARTA, celebrities.id - Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti meminta aparat penegak hukum khususnya Kepolisian untuk tetap humanis dalam menghadapi aksi unjuk rasa dan pembubaran massa.

"Dalam menangani aksi demonstrasi, sudah ada aturan terkait penggunaan kekuatan. Ada tahapan-tahapannya. Tetapi pada intinya setiap tindakan anggota Polri dalam melakukan pengamanan harus tetap menghormati hak asasi manusia, sehingga tidak boleh ada kekerasan berlebihan," ujar Poengky Indarti, Kamis (14/10/2021).

Dia menyebutkan Kapolda Banten sudah meminta maaf atas tindakan oknum anggota kepolisian yang melakukan tindakan tersebut. 

"Hal ini perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap oknum anggota yang melakukan kekerasan berlebihan. Kapolda sudah meminta maaf atas tindakan anggota. Hal tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap oknum anggota yang melakukan kekerasan berlebihan," kata Poengky Indarti.

Kompolnas mendesak Polri untuk lebih dalam lagi untuk memberikan pendidikan terhadap anggotanya dalam menghadapi aksi demonstrasi perlu memikirkan aspek Hak Asasi Manusia seperti yang tercantum dalam Perkap 1 tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dan Perkap 8 tahun 2009 tentang Implementasi Standar dan Prinsip HAM dalam pelaksanaan tugas Polri.

"Kasus Tangerang ini harus menjadi refleksi bahwa anggota di lapangan masih harus dibekali pengetahuan tentang HAM dan penanganan demonstrasi.  Mindsetnya perlu diluruskan, bahwa dalam menghadapi demonstran, polisi harus bertindak bijaksana," ujar Poengky Indarti.

Menurutnya, polisi jangan sampai terpancing jika ada provokasi di lapangan. Penggunaan kekerasan boleh dilakukan ketika tindakan demonstran anarkis membahayakan nyawa polisi dan masyarakat. 

 

1
/
2