Kasus Rabies di Indonesia Cenderung Tinggi, hanya 3,93 Persen Hewan Peliharaan yang Divaksin

Icon CameraSyifa Fauziah Ramadhani
Jumat 30 September 2022 23:48 WIB
Kasus Rabies di Indonesia Cenderung Tinggi, hanya 3,93 Persen Hewan Peliharaan yang Divaksin
Kasus Rabies di Indonesia Cenderung Tinggi, hanya 3,93 Persen Hewan Peliharaan yang Divaksin. (Foto:celebrities.id/MPI Syifa Fauziah)

JAKARTA, celebrities.id - Rabies masih menjadi masalah yang belum sepenuhnya terselesaikan di dunia, terlebih di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, angka kematian rabies cenderung tinggi, sekira 100 hingga 156 kasus kematian per tahun. Secara statistik, penyumbang terbesar penularan rabies adalah melalui gigitan anjing.
 
Di Indonesia, masih ada provinsi yang belum bebas dari rabies. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Zoetis Indonesia tahun 2021, terdapat 22,5 juta populasi anjing dan kucing berpemilik di Indonesia, namun hanya 3,93 persen hewan kesayangan yang divaksin. Kondisi ini jelas menunjukkan perlunya juga upaya bersama dari semua pihak, termasuk pemilik hewan peliharaan, untuk bahu-membahu menekan penyebaran penyakit rabies ini.

Presiden Direktur Royal Canin Indonesia, Ridarrahim Nirwandar menjelaskan tren adopsi hewan peliharaan, terutama kucing dan anjing, di kalangan masyarakat Indonesia juga menjadi momentum untuk terus menyebarkan kesadaran tentang masalah rabies.

“Kita telah mengadaptasi kampanye inisiasi global “Take Your Pet to the Vet” (Bawa Hewan Peliharaan Anda ke Dokter Hewan), secara lokal pada kampanye yang disebut #AyokeDokterHewan dan #AyoVaksinasi untuk meningkatkan kesadaran tentang kesejahteraan kucing dan anjing,” ujar Ridarrahim Nirwandar dalam keterangan resminya, Jumat (30/9/2022).

Pasalnya, lanjut Ridarrahim Nirwandar, berdasarkan riset internal Royal Canin Indonesia selama 2018 hingga 2022, diketahui bahwa setidaknya 76% (14 juta) pemilik hewan peliharaan tidak pernah membawa hewan peliharaannya ke Klinik Hewan. Sebanyak 81 persen pemilik hewan peliharaan tidak memvaksinasi hewan peliharaan mereka sama sekali. Padahal keberadaan hewan peliharaan di setiap rumah rata-rata terdapat dua hingga tiga hewan peliharaan.

 


 
“Sayangnya, dari hasil penelitian kami itu juga menunjukkan bahwa hanya tiga dari sepuluh pecinta hewan yang pernah mengunjungi dokter hewan dan masih ada pemilik hewan peliharaan yang memiliki pengetahuan terbatas untuk memberikan hewan peliharaan mereka vaksinasi rutin. Kami berharap dengan partisipasi ini dapat membantu pemerintah menekan penyebaran rabies di seluruh negeri,” tuturnya.
 
Untuk itu, dalam momentum Hari Rabies Sedunia yang jatuh pada 28 September lalu, pihaknya bekerjasama dengan Zoetis Indonesia turut aktif mendorong percepatan penanggulangan rabies pada kucing dan anjing. Sementara itu, General Manager Zoetis Indonesia, Ulrich E. Ginting menjelaskan pihaknya juga berkomitmen untuk membantu hewan peliharaan untuk hidup lebih lama, lebih sehat melalui obat-obatan dan terapi yang inovatif, serta inisiatif keberlanjutan yang beragam.

Rabies ditransmisikan ke manusia dan hampir selalu mematikan untuk manusia dan hewan. Virus yang menyebabkan rabies menyerang sistem syaraf dan otak mamalia.

“Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk melakukan berbagai kemungkinan untuk meminimalkan paparan penyakit dan mencegah hewan kesayangan kita terserang penyakit dengan vaksin yang terpercaya,” kata Ulrich E. Ginting.

Dengan adanya kerjasama ini juga diharapkan dapat selalu meningkatkan kesadaran dan kepedulian akan pentingnya pencegahan dan pengendalian rabies.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra