Kasus Stunting Capai 23 Persen, Ibu Hamil dan Menyusui Diminta Konsumsi Protein Hewani

Icon CameraLukman Hakim
Rabu 25 Januari 2023 11:43 WIB
Kasus Stunting Capai 23 Persen, Ibu Hamil dan Menyusui Diminta Konsumsi Protein Hewani
Kasus Stunting capai 23 Persen di Jawa Timur. (Foto: Instagram @dudutsp)

SURABAYA, celebrities.id - Kasus stunting di Jawa Timur (Jatim) masih cukup tinggi. Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan, pada 2022 terdapat 23,5 persen balita di provinsi ini yang mengalami stunting. 

Kabupaten Bangkalan tercatat sebagai wilayah dengan prevalensi balita stunting tertinggi di Jatim.  Angkanya mencapai 38,9 persen. Diikuti Pamekasan 38,7 persen, Bondowoso 37 persen, Lumajang 30,1 persen, dan Sumenep 29 persen. 

Sedangkan Kota Surabaya prevalensi balita stunting mencapai 28,9 persen. Disusul Mojokerto 27,4 persen, Malang dan Kota Malang masing-masing 25,7 persen, dan Nganjuk sebesar 25,3 persen.

Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang. Hal itu mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Antara lain, tinggi badan anak terhambat dan lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk meningkatkan upaya penurunan angka stunting. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan konsumsi protein hewani terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. 

Hal tersebut selaras dengan peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-63 Tahun 2023 yang diperingati setiap tanggal 25 Januari.

“Protein hewani ini mengandung zat gizi lengkap, mulai asam amino, vitamin dan mineral yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak," katanya, Selasa (25/1/2023). 

Khofifah mengatakan perbaikan gizi ini sangat penting terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yakni sejak janin dalam kandungan sampai anak berusia dua tahun. 

Untuk itu mengonsumsi beragam makanan bergizi dan mengandung protein hewani setiap kali makan sangat dianjurkan. Tidak hanya saat hamil, ibu menyusui juga harus mengonsumsi beraneka makanan bergizi utamanya protein hewani agar ASI-nya berkualitas. 

Setelah bayi berusia enam bulan, ASI dilanjutkan disertai dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang memenuhi syarat tepat waktu dan kaya protein hewani, aman dan diberikan dengan cara yang benar. 

“Jadi pencegahan stunting ini tidak hanya dilakukan saat anak telah lahir, tapi harus dimulai sejak ibu hamil atau janin masih dalam kandungan. Kemudian saat ibu menyusui, konsumsi protein hewani juga dibutuhkan agar kualitas ASI tetap terjaga,” katanya.

 

Follow Berita Celebrities di Google News

1
/
2