Kasus Stunting di Indonesia Tinggi, Orangtua Diminta Beri Asupan Tinggi Protein

Icon CameraKevi Laras
Minggu 22 Januari 2023 22:02 WIB
Kasus Stunting di Indonesia Tinggi, Orangtua Diminta Beri Asupan Tinggi Protein
Kasus stunting di Indonesia tinggi. (Foto: Freepik)

JAKARTA, celebrities.id –Data SSGI pada 2021 menyebut angka stunting di Indonesia masih tinggi, yaitu 24,4 persen (SSGI 2021). 

Walau terjadi penurunan dari tahun sebelumnya, yaitu 27,7 persen pada 2019, namun masih butuh upaya untuk mencapai target penurunan stunting pada 2024 sebesar 14 persen.

Hal itu lantas menjadi sorotan ahli dalam kasus penanganannya. Mereka langsung mengimbau para orangtua untuk memberikan makanan tinggi protein sebanyak 62 gram setiap hari yang terkandung dari protein hewani seperti telur dan susu.

Di samping itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengkampanyekan kasus stunting di peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke 68 pada 25 Januari dengan imbauan serupa. Hal ini pun ditegaskan Plt Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu Anak Kemenkes, dr. Ni Made Diah.

"Padahal golongan daging, ikan, telur dan susu merupakan protein yang berkolerasi mencegah stunting," kata dr. Diah dalam keterangan yang dikutip pada Minggu (22/1/2023).

Bukan tanpa alasan, berdasarkan penelitian yang dirangkum oleh Kementerian Kesehatan dari studi dilakukan oleh Headey et.al (2018) menyatakan bahwa konsumsi pangan berasal dari protein hewani lebih dari satu jenis lebih menguntungkan daripada konsumsi pangan berasal dari hewani tunggal. Ditambah, protein hewani dinilai lebih terjangkau secara harga  oleh masyarakat dan mudah didapatkan.

Sementara, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia Prof. Hardiansyah mengatakan dasar dari pertumbuhan tulang itu ada pada tulang rawan. Zat gizi dari pangan hewani bisa membentuk tulang rawan tersebut.

“Artinya jangan hanya berpikir tentang kalsium dan mineral, tapi ketika ingin pertumbuhan tulang normal maka perlu juga protein hewani,” ucap Prof. Hardiansyah.

Editor : Tia Ayunita

Follow Berita Celebrities di Google News