Kebakaran Lapas Tangerang Terus Diselidiki Polisi, Baca Lanjutannya di News RCTI+

MNC Media
Selasa 14 September 2021 10:19 WIB
Kebakaran Lapas Tangerang Terus Diselidiki Polisi, Baca Lanjutannya di News RCTI+
Kebakaran yang terjadi di Lapas Kelas I Tangerang masih menyisakan berbagai misteri dan persoalan yang harus segera diselesaikan.  (Foto: celebrities.id/ MNC Media).

JAKARTA, celebrities.id - Kebakaran yang terjadi di Lapas Kelas I Tangerang masih menyisakan berbagai misteri dan persoalan yang harus segera diselesaikan.  Penyelidikan polisi atas tragedi yang menewaskan 44 narapidana (napi)  tersebut masih berlangsung. Apa sebenarnya terjadi? Mengapa sampai begitu banyak menelan korban tewas? Ikuti perkembangannya di News RCTI+ yang terus mengupdate berita kebakaran maut ini.

Awan hitam bergelayut di atas langit Lapas I Tangerang Blok C2. Sedikitnya 44 nyawa melayang akibat kebakaran hebat yang menimpa lapas tersebut. Kejadiannya begini. Saat kebakaran yang berlangsung mulai pukul 01.30 WIB, Rabu (8/9) itu, ada 122 napi yang terkunci di 19 kamar tahanan. 

Kebakaran yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu memang menjadi tragedi menyedihkan terutama bagi keluarga para korban. Perinciannya, 40 orang napi tewas di tempat kejadian, 1 orang tewas dalam perjalanan ke rumah sakit, 2 orang lagi meninggal saat mendapat perawatan. Di antara para korban, terdapat dua warga negara asing, yaitu asal Portugal dan Afrika Selatan.

Hingga kini masih ada 7 orang korban yang dirawat serius di rumah sakit. Sebanyak 5 diantaranya lukanya sangat parah karena mengalami trauma jalan napas. Para korban mengalami trauma jalan napas setelah berada lebih dari satu jam dalam kebakaran maut itu. Banyak cerita memilukan bagaimana para napi lainnya bisa bertahan hidup. Salah satunya ada diantara mereka yang sampai menutup kepala dengan sarung basah agar bisa bertahan dari amukan asap.

Hasil pemeriksaan awal polisi menyatakan, kebakaran terjadi diduga akibat adanya arus pendek listrik. Mengapa kebakaran tersebut menyebabkan begitu banyak korban? Sebenarnya kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang itu tidak perlu memakan korban tewas hingga sebanyak itu. Kelebihan kapasitas ditengarai juga menjadi penyebab mengapa begitu banyaknya korban meninggal.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, mengakui bahwa Lapas Tangerang ini sudah kelebihan kapasitashingga 400%. Saat ini, lapas tersebut dihuni 2.072 orang. Seperti di Blok C2, seharusnya disiapkan untuk 40 orang napi. Namun faktanya ada 122 napi yang menghuni blok tersebut. Selain kelebihan kapasitas, perawatan Gedung Lapas juga jadi sorotan. Pasalnya selama 49 tahun terakhir ini (sejak 1972), Lapas Kelas I Tangerang tidak memperbaiki instalasi listriknya.

 

1
/
2