Keberadaan Tangkalaluk Misterius bagi Masyarakat Dayak, Ular Besar Penunggu Hutan Kalimantan Ini Usik Anthrozoologi Dunia

Wahyu Budi Santoso
Sabtu 02 Oktober 2021 22:50 WIB
Keberadaan Tangkalaluk Misterius bagi Masyarakat Dayak, Ular Besar Penunggu Hutan Kalimantan Ini Usik Anthrozoologi Dunia
Keberadaan Tangkalaluk misterius bagi masyarakat Dayak, ular besar penunggu hutan Kalimantan ini usik anthrozoologi dunia. (Foto: celebrities.id/Reuters)

SAMARINDA, celebrities.id – Banyak ilmuwan Anthrozoologi meyakini Pulau Kalimantan masih memiliki hewan-hewan berukuran besar. Salah satunya, Tangkalaluk yang merupakan ular langka bagi masyarakat Dayak.

Seperti diketahui Tangkalaluk lebih dikenal dengan sebutan Raja Piton atau memiliki nama latin Reticulated Pyhton

Tangkalaluk menjadi legenda bagi suku Dayak dan masyarakat sekitar. Keberadaannya dianggap misterius sebab dikira sebagai makhluk astral oleh warga setempat karena wujudnya yang besar. Ular jenis ini juga diyakini sebagai raja rimba hutan belantara Kalimantan.

Jika menelisik lebih ilmiah dari jenis ular ini, sebenarnya Raja Piton bukanlah ular terbesar di dunia. Rekor tersebut dipegang oleh Anaconda Raksasa bernama latin Eunectes Murinus dengan berat 250 kilogram sebagai ular terbesar di dunia. Hal tersebut terhitung berdasarkan perbandingan panjang dan beratnya.

Spesies ini lebih dikenal sebagai Anaconda Hijau yang rata-rata panjangnya bisa mencapai 9 meter lebih.Predikat ular terpanjang di dunia ditempati oleh piton jenis ini.

Melansir dari Live Science, Sabtu (2/10/2021), ular ini tersebar di sepanjang Asia Tenggara dan Hindia Timur. Ular ini memiliki berat rata-rata 113 kilogram dan spesimen terbesar yang pernah tercatat berbobot 158 kilogram.

Menurut Reptile Park, habitat ular ini biasanya ditemukan di dekat aliran air di antara hutan hujan atau hutan biasa. Ular berukuran kecil akan menghabiskan banyak waktu di tanah dan pohon-pohon atau semak-semak. Sementara ular dewasa berukuran besar sebagian besar berada tanah.

 

1
/
2