Kemenkes Temukan 1 Pasien Terduga Hepatitis Akut yang Positif Covid-19

Muhammad Sukardi
Selasa 24 Mei 2022 20:27 WIB
Kemenkes Temukan 1 Pasien Terduga Hepatitis Akut yang Positif Covid-19
Kemenkes Temukan 1 Pasien Terduga Hepatitis Akut yang Positif Covid-19. (Foto:celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Kementerian Kesehatan memberikan update kondisi terkini kasus hepatitis akut di Indonesia. Berdasarkan data terbaru, ditemukan satu pasien yang diduga mengalami hepatitis akut yang positif Covid-19.

"Dari 16 kasus diduga hepatitis akut, ada satu pasien dinyatakan positif Covid-19," kata Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril pada media melalui Webinar, Selasa (24/5/2022).

Namun, Syahril tidak merincikan dengan detail satu pasien positif Covid-19 tersebut. Artinya, tidak diketahui berapa usia pasien yang positif Covid-19, asal wilayah, maupun kondisi terkininya. Kemenkes menerima laporan bahwa bukan hanya positif Covid-19, tetapi ada satu pasien diduga hepatitis akut yang positif terinfeksi virus CMV atau Cytomegalovirus.

Virus ini pun diduga menjadi patogen yang menyebabkan hepatitis secara umum. Terkait dengan apakah Adenovirus teridentifikasi di 16 kasus diduga hepatitis akut, Syahril menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pasien diduga hepatitis akut yang positif Adenovirus.

"Sampai saat ini, tidak ditemukan pasien diduga hepatitis akut yang positif Adenovirus," katanya.

Kementerian Kesehatan sendiri mencatat bahwa ada penambahan dua kasus diduga hepatitis akut. Kedua pasien itu berasal dari Banten dan Sulawesi Selatan. Karena penambahan kasus tersebut, total pasien diduga hepatitis akut hingga sekarang adalah 16 kasus.

Secara detail, kasus diduga hepatitis akut di Indonesia dilaporkan di Sumatera Barat satu kasus dengan status pasien pending classification, lalu satu pasien di Jambi dengan status pending classification.

Kemudian, pasien dilaporkan juga di Bangka Belitung (1 pasien, pending classification), DKI Jakarta (satu probable, empat pending classification), Banten (satu pending classification), DIY (satu pending classification), Jawa Timur (dua pending classification), Sulawesi Selatan (satu pending classification), Bali (dua pending classification) dan NTB (satu pending classification).

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra