Kenapa Stres Memicu Kegemukan? Ini Jawaban Ilmiahnya

Wilda Fajriah
Senin 17 Mei 2021 14:11 WIB
Waspada stress dapat picu kegemukan. (Foto: celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Apakah Anda merasa berat badan bertambah meskipun mengikuti gaya hidup yang baik? Apakah Anda merasa pola tidur terganggu dan merasa lelah di pagi hari? 
Jika jawaban semua pertanyaan di atas adalah iya, sekarang saatnya untuk olahraga dan diet model baru untuk hasil yang baik. Saatnya juga untuk melihat tingkat stres Anda.

Ada empat perspektif untuk melihat hubungan antara stres dan obesitas serta akar penyebab ketidakseimbangan pada seseorang. 

Berikut adalah penyebab yang dijelaskan secara rinci oleh pelatih kesehatan mikrobioma usus integratif dan ahli gizi fungsional dan pendiri Body Cocoon, Janvi Chitalia yang dirangkup pada Senin (17/5/2021).

1. Penguncian adrenal

Ketika tubuh mengalami stres kronis dalam jangka waktu yang lama, kelenjar adrenal kehabisan tingkat penyimpanan kortisolnya yang bisa sangat tinggi dan kemudian melakukan backflip yang mengarah ke situasi di mana terjadi kelelahan adrenal.

Saat tubuh dalam keadaan stres, maka melepaskan adrenalin (hormon stres), fungsinya untuk memobilisasi energi dalam bentuk glikogen melalui hati dan jaringan otot. 

Ketika tidak ada cadangan energi yang tersedia, tubuh mulai melepaskan kelebihan kortisol untuk memulai dan memecah protein dan asam lemak untuk diubah menjadi glukosa menjadi energi.

Ini adalah mekanisme bertahan hidup yang adaptif terhadap stres untuk tubuh, yang merupakan respons normal bagi tubuh ketika berada di luar cadangan atau dalam bahaya.

Siklus kenaikan berat badan dimulai dari hari ke hari yang memperebutkan energi untuk mendapatkan fungsi penggunaan lemak dan protein dan sebagai energi melalui pelepasan hormon stres, membuat seseorang benar-benar terjebak dalam kerusakan kronis dan peradangan dalam tubuh.

 

1
/
2