Kerugian Investasi Ilegal Capai Rp123 Triliun, SWI: Mindset Masyarakat Harus Berubah

Icon CameraAnggie Ariesta
Sabtu 19 November 2022 22:38 WIB
Kerugian Investasi Ilegal Capai Rp123 Triliun, SWI: Mindset Masyarakat Harus Berubah
Kerugian investasi ilegal capai Rp123 Triliun. (Foto; celebrities.id/Pixabay)

JAKARTA, celebrities.id - Kerugian yang dialami masyarakat akibat investasi ilegal mencapai Rp123,5 triliun, dalam kurun waktu 2018-2022. 

Satgas Waspada Investasi (SWI) sebut kejadian yang begitu masif ini terjadi lantaran kurangnya literasi keuangan dan investasi oleh masyarakat.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing mengatakan, bagaimana pun investasi ilegal akan tetap marak karena masih ada masyarakat Indonesia yang mau ditipu.

"Ini ada supply demand, supply-nya itu pelaku investasi ilegal ini masih bisa berkeliaran karena demand-nya masyarakat kita masih ada yang mau ikut," ujar Tongam dalam Diskusi Polemik MNC Trijaya 'Darurat Kejahatan Investasi Online' pada Sabtu (19/11/2022).

Adapun angka kerugian Rp123,5 triliun itu adalah yang sudah masuk proses hukum, sehingga lanjut Tongam, masih ada potensi-potensi kerugian lainnya.

"Ada juga masyarakat kita tidak lapor, karena malu, takut diintimidasi, karena 'aduh udahlah cuma 10 juta nanti repot jadi saksi', jadi ini adalah angka yang masih proses hukum," ujar Tongam.

SWI mengungkap bahwa angka paling besar kerugian investasi ilegal justru pada 2019, sebelum pandemi. 

Angka itu menurun pada 2020 - 2022 dan setelah pandemi saat ini malah naik lagi. Hanya saja, data dari 2022 ini adalah korban dari Robot Trading yang nilainya sangat besar.  Meski Robot Trading sudah dihentikan oleh SWI, masyarakat dinilai tidak aware.

SWI pun sudah melakukan langkah preventif, dengan melakukan sosialisasi, namun menurut Tongam perlu adanya perubahan mindset dari masyarakat kita.

"Jangan sampai karena iming-iming imbal hasil tinggi akal sehatnya hilang. Kegiatan investasi ilegal ini laku, karena orang menganggap peserta pertama money game pasti berhasil gitu, jadi mindset harus berubah," kata Tongam.

Korban juga masih ada, karena menurut Tongam selama jika untung dia akan terus diam. Tetapi kalau sudah rugi barulah melapor.

Editor : Imantoko Kurniadi