Khadija Omar Raih Dukungan Netizen, Jadi Kontestan Berhijab Pertama Miss World 

MNC Portal
Rabu 17 November 2021 23:55 WIB
Khadija Omar Raih Dukungan Netizen, Jadi Kontestan Berhijab Pertama Miss World 
Khadija Omar merupakan kontestan Miss World 2021 asal Somalia. (Foto: celebrities.id/Instagram)

JAKARTA, celebrities.id - Khadija Omar menjadi wanita asal Somalia yang akan mengikuti Miss World 2021. Dia disorotan karena  menjadi perempuan pertama yang menggunakan hijab di kontes kecantikan bergengsi tersebut.

"Khadija Omar berusia 20 tahun. Mahasiswi jurusan psikologi, adalah kontestan berhijab pertama yang mewakili Somalia di Miss World 2021," tulis laman Miss Somali seperti dilansir pada Rabu (17/11/2021).

Instagram miliknya, @Khadija.omarr langsung dibanjiri netizen. Mereka memberi dukungan penuh. Bahkan, sejumlah netizen Indonesia ikut memberi dukungan.

Sebelumnya, Khadija mengungkapkan tentang ketidakpercayaannya pada beberapa orang yang tak memahami perempuan berhijab. 

"Larangan hijab Prancis hanyalah bukti lebih lanjut tentang bagaimana islamofobia ada di dunia kita," tulis akun @Khadija.omarr.

Khadija mengatakan dia telah mengenakan hijab bertahun-tahun. Bagi dia, mengenakan hijab itu pilihan dan dia tidak merasa tertindas.

"Hijabku adalah caraku memperingati agamaku dan keindahan yang menyertainya," tulis Khadija. 

Khadijah terinspirasi model Somalia Halima Arden saat tampil di panggung global. Dia pun memiliki keinginan untuk mewakili wanita Muslim kulit hitam tampil di majalah, acara televisi, dan film. Mimpinya pun terwujud melalui Miss Somalia dan akan tampil di ajang Miss World 2021.

Diketahui, Khadijah dibesarkan sebagai pengungsi di kamp, dia sepenuhnya memahami bahwa kondisi iklim yang keras di Somalia seperti kekurangan air, kekeringan, serangan belalang, hingga banjir. Hal itu telah membuat lebih dari 2,3 juta orang mengungsi dengan perempuan dan anak-anak mengalami efek itu paling banyak.

Khadijah akan bekerja dengan UNHCR dan Aksi Pemuda Somalia dalam program mata pencarian dan pendidikan iklim, terutama untuk perempuan dan anak-anak. 

Dia akan bekerja dalam merelokasi orang-orang yang rentan dari pemukiman rawan banjir untuk para pengungsi internal di situs yang aman.

Para pengungsi akan diberikan tempat penampungan sementara. Mereka juga menerima perlengkapan bantuan darurat serta uang penggalangan dana bagi mereka untuk memulai kehidupan yang berkelanjutan setelah direlokasi.

Editor : Dhita Seftiawan